Meskipun di Balik Jeruji Besi, 27 Orang Warga Binaan Lapas Gunungsitoli Mendapat Ijazah Kesetaraan

Kalapas Gunungsitoli saat menyerahkan Ijazah kesetaraan kepada warga binaan

KBRN,Gunungsitoli : Meskipun di dalam lembaga pemasyarakatan namun hak sebagai warga negara dalam mengenyam pendidikan tetap menjadi perhatian. Hal itu yang dialami para warga binaan di lembaga pemasyarakatan kelas II-B Gunungsitoli, dimana kepala Lapas Gunungsitoli tetap memberikan kesempatan berkarya kepada warga binaanya.

Kepala Lapas kelas II-B Gunungsitoli Soetopo Barutu,S.Sos,M.Si kembali menyerahkan ijazah paket A paket B dan paket C terhadap 27 orang warga binaan yang telah menyelesaikan Ujian Akhir Sekolah (UAS) melalui paket kesetaraan SD,SMP dan SMA.

Kepala Lapas kelas II-B Gunungsitoli Soatopo Barutu kepada Radio Republik Indonesia mengatakan bahwa pelaksanaan Paket kesetaraan ini terleselengara atas kerjasama Lapas Gunungsitoli dengan Dinas pendidikan kota Gunungsitoli.

“ penyelenggaraan paket kesetaraan ini atas kerjsama sama kita dengan dinas pendidikan Gunungsitoli. pada prinsipnya kita tetap berupaya agar warga binaan ini tetap berkarya dan mengenyam pendidikan meskipun berada di dalam lapas menjalani hukuman ” Ujar Kalapas kepada rri.co.id (Sabtu/19/6/2021)

Dilanjutkankannya, tidak hanya pada level paket kesetraaan SD,SMP maupun SMA, saat ini Lapas Gunungsitoli sedang menyelengarakan kuliah Daring Fakultas Theologia dan pendidikan agama kristen bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teologia Oikumene Injili Misi (STTOI) sidikalang Dairi yang diikuti warga binaan dilapas Gunungsitoli. dan menariknya kuliah ini juga Free uang kuliah.

“ selain paket kesetaraan, kita juga telah memfasilitasi penyelenggaraan kuliah Strata Satu bagi warga binaan melalui sistem daring, yang telah bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teologia Oikumene Injili Misi (STTOI) sidikalang Dairi ” Katanya.

Ditambahkan Kalapas Gunungsitoli, penjara tidak mengahalangi orang untuk meraih mimpinya. meskipun di dalam penjara, warga binaan bisa menempuh pendidikan. Oleh karena itu sebagai petugas lapas merasa terpanggil untuk memberikan kemudahan dan  kesempatan untuk warga binaan mengenyam pendidikan di balik jeruji besi.

Sementara itu salah seorang warga binaan dilapas Gunungsitoli atas nama Faozan Waruwu menyampaikan terimakasih kepada Kalapas Gunungsitoli yang telah peduli dengan pendidikan warga binaan.

" sangat berterimakasih kepada kalapas Gunungsitoli. meskipun kami dalam penjara namun diberikan kebebasan dalam mengenyam pendidikan "  jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00