Polres Nias Amankan "Kakek" Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

(Foto): Istimewa

KBRN, Gunungsitoli: Kepolisian Resort Nias berhasil mengamankan pelaku persetubuhan terhadap seorang anak dibawah umur di Desa Bio'uti Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias.

Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan, S.IK, melalui Ps. Paur Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu, SH, kepada RRI.co.id mengatakan, pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga terhadap korban.

"Pelaku TG (62) alias ARG warga desa Bio'uti melakukan persetubuhan terhadap cucunya MG (14), terjadi sejak September 2020 dan terus berlanjut berulang kali hingga bulan Maret 2021 di kebun milik pelaku," ungkapnya, Jumat (14/5/2021).

Kasus ini dapat terungkap, lanjut Aiptu Yadsen Hulu, korban MG menceritakan kepada tantenya bahwa sedang mengandung dan dihamili oleh kakek angkatnya TG, kemudian peristiwa tersebut disampaikan kepada paman korban dan langsung pergi ke kantor kepala desa untuk membicarakan hal tersebut.

"Pihak korban melakukan musyawarah untuk mengambil keputusan dan menghadirkan tokoh masyarakat serta perangkat Desa dan korban serta pelaku turut dihadirkan dan oleh Bidan Desa dan membenarkan bahwa korban sedang hamil dengan usia kandungan sekitar empat (4) bulan," ujarnya.

Menurut penjelasan dari korban, sambung Aiptu Yadsen, kejadian tersebut pertama kali terjadi pada bulan September 2020 dimana pelaku mengajak korban ke kebun karet milik pelaku sekira pukul 06.00 Wib pagi hari dan pada saat dikebun pelaku menghampiri korban dengan membawa parang dan melakukan pengancaman dan korban merasa takut dan selanjutnya pelaku melanjutkan aksinya terus menerus menyetubuhi korban.

"Modus operandi pelaku mengajak korban pergi kekebun karet milik pelaku untuk bekerja dan melakukan pengancaman agar korban membiarkan dirinya disetubuhi. Korban dan pelaku memiliki hubungan yaitu korban adalah cucu dan pelaku adalah kakek angkatnya," katanya.

Terhadap Pelaku telah dilakukan penahanan di RTP Polres Nias terhitung mulai tanggal 11 Mei 2021 sampai 30 Mei 2021 dan akan dipersangkakan terhadap pelaku pasal 81 ayat (1) Subs pasal 82 ayat (1) dari Undang-Undang RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang No 23 tahun 2002 Jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak, dengan ancaman Hukuman 15 Tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00