Keluarga Yang Terdaftar Di DTKS Ditetapkan Oleh Kementerian Sosial RI .

KBRN, Gunungsitoli  :  Data Keluarga Miskin yang masuk ke dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) bersumber dari Desa.

Kepala Bidang Penanganan Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara, Drs Taruli Zega mengatakan, bahwa data keluarga miskin tersebut, di tentukan melalui Musyawarah Desa (Mudes) dan hasil Mudes tersebut dituangkan dalam berita acara.

Data keluarga miskin yang di tuangkan dalam berita acara,  di isi oleh Operator Desa ke dalam Aplikasi SIKS-NG, baru dikirimkan ke Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara, untuk mendapatkan pengesahan atau rekomendasi Bupati sebagai syarat untuk di teruskan ke Kementerian Sosial RI melalui pusat data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos).

DTKS tersebut di tetapkan melalui SK Menteri sosial RI dan setelah di tetapkan baru di kirimkan ke Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara sebagai Basis data untuk Program Penanganan Fakir Miskin atau Orang Tidak Mampu.

“  data keluarga miskin yang masuk kedalam DTKS bukan di tetapkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara,  tetapi sumber datanya dari Desa Melalui Musyawarah Desa” Tegas, Taruli, Senin (5/4/2021).

Mengingat adanya PNS atau perangkat desa, yang masih menerima Bantuan Sosial seperti PKH, BST dan Sembako, maka untuk meningkatkan kualitas DTKS tersebut, Dinas Sosial melakukan Verifikasi Vaktual DTKS dan Juga Pelabelan rumah KPM PKH yang di mulai pada bulan Maret 2021 lalu hingga sekarang ini.

Taruli berharap, Melalui Verifikasi dan Validasi DTKS dan pelabelan rumah KPM PKH diharapkan PNS atau perangkat Desa,  tidak masuk lagi namanya di DTKS dan tidak menerima bantuan sosial sesuai harapan pemerintah Pusat dan pemerintah daerah.

Kepala Seksi Bantuan Logistik Dinas Sosial Kabupaten Nias Utara Faozanolo Gea, meminta agar seluruh desa di Kabupaten Nias Utara berperan aktif,  untuk memperbaiki DTKS di masa Verifikasi dan Validasi ini, sehingga tidak ada praduga tak bersalah kepada pemerintah daerah melalui Dinas Sosial.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00