Waspada Daging Ilegal Asal Sibolga Telah Beredar di Pulau Nias

Petugas sedang membongkar fiber yang diduga berisi daging ilegal
Kadis Peternakan Kota Gunungsitoli Oimolala Telaumbanua

KBRN, Gunungsitoli: Pemberantasan pasokan daging illegal tanpa dilengkapi dokumen karantina yang diselundupkan dari pelabuhan Sibolga menuju pelabuhan Gunungsitoli, diduga menjadi lahan bisnis bagi sejumlah oknum.

Praktek penyelundupan daging illegal tersebut diketahui telah berjalan lama meski dijaga ketat oleh sejumlah petugas baik dari pelabuhan Sibolga maupun petugas di pelabuhan laut Gunungsitoli.

Menyikapi hal itu, Dinas peternakan Kota gunungsitoli bersama TNI Angkatan Laut dan dari pihak KSOP Gunungsitoli menggeledah sejumlah muatan truk asal pelabuhan Sibolga yang dicurigai membawa daging ilegal dalam kotak fiber.

Kepala Dinas Peternakan Kota Gunungsitoli, Oimolala Telaumbanua mengatakan, sepekan terakhir pihaknya telah berhasil menangkap dan memulangkan belasan ton daging celeng ilegal yang berhasil diloloskan dari pelabuhan Sibolga.

“Ada banyak daging ilegal atau tidak memiliki dokumen yang diangkut menggunakan truk asal pelabuhan Sibolga. Petugas menemukan puluhan kotak fiber yang isinya daging celeng tanpa dokumen lengkap,” ujarnya, Rabu (08/10/2020).

Menurutnya, kegiatan pengetatan dan penyekatan pintu masuk kepulau Nias saat ini adalah selain pandemic covid-19 juga dalam rangka pemberantasan praktek penyelundupan daging ilegal masuk ke Pulau Nias.

“Kegiatan yang sedang dilakukan ini dalam bentuk melaksanakan anjuran pemerintah dalam memutus rantai peneybaran covid-19 sekaligus menindaklanjuti adanya aduan masyarakat akan maraknya peredaran daging ilegal,” katanya.

Selama ini, lanjut Oimolala, para pemasok bermain dengan cara mengelabui para petugas dengan memasukkan daging ilegal kedalam fiber yang berisi ikan basah dari Sibolga.

“Masuknya daging ilegal tanpa dilengkapi dokumen karantina ini harus diberantas karena diduga tidak layak konsumsi karena tidak diketahui sumber asalnya,” ucapnya mengakhiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00