Secara Kumulatif, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Nias Berjumlah 10 Orang

konfrensi pers GTTP Covid-19 Kab.Nias

KBRN,Gunungsitoli : Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kembali menyampaikan informasi terkini 1 orang warga Desa Fadoro Lauru Kecamatan Hiliduho inisial SM umur 57 tahun, staf UPTD Puskesmas Hiliduho terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu sesuai hasil swab TCM di RSUD Gunungsitoli pada tanggal 19 September 2020.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias, Drs. Dahlan Roso Lase, selaku koordinator Humas Gugus Tugas mengatakan, Saat ini SM diisolasi dan dirawat di RSUD Gunungsitoli karena ada gejala dan menderita penyakit diabetes. dan diduga yang bersangkutan terpapar saat menjalani perawatan Hemodialisa di RSUD Gunungsitoli.

“ Dengan penambahan 1 orang pasien ini, maka jumlah kumulatif terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Nias sampai dengan saat ini adalah 10 orang, sementara yang dinyatakan sehat sebanyak 4 orang “ Ujarnya (Minggu/20/9/2020).

Selanjutnya, Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Nias akan melaksanakan rapid tes bagi warga masyarakat yang telah kontak erat dengan pasien SM (C0-10) yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Hiliduho pada tanggal 21 september sampai 22 September 2020 pukul 14.00 - 16.00 WIB.

Ditambahkan Dahlan Lase, saat ini salah satu langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Nias dalam percepatan penanganan Covid-19  adalah dengan menerbitkan Peraturan Bupati Nias Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Nias. Dalam perbup dimaksud telah diamanatkan bagi setiap pengelola/pemilik usaha dan penyelenggara ibadah/acara mewajibkan seluruh pengunjung/umat/pekerja/pelayan menerapkan protokol kesehatan "3M", yaitu wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta berkewajiban menyediakan fasilitas cuci tangan dan melaksanakan penyemprotan desinfektan secara mandiri dan berkala. 

Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi administrasi (berupa teguran lisan, teguran tertulis, penahanan sementara kartu identitas, pembubaran kerumunan, penutupan sementara hingga pencabutan izin) dan sanksi sosial (berupa  menyanyikan 1 wajib lagu Nasional, 1 lagu daerah dan memungut sampah di lingkungan sekitar pelanggaran terjadi. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00