Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Mencatat 45 Kasus DBD Sepanjang Semester Pertama tahun 2020

KBRN,Gunungsitoli : Grafik Kasus demam berdarah di kabupaten Nias terus menunjukkan peningkatan sepanjang tahun 2020 ini. data yang di kelaurkan dinas kesehatan kabupaten Nias dari bulan janiari 2020 hingga bulan juli 2020, kasus demam berdarah mencapai 45 kasus.

Kepala Dinas kesehatan kabupaten Nias Martin Luter Harefa,S,KM,M.Kes kepada Radio Republik Indonesia menyampaikan bahwa, 45 kasus demam berdarah semeseter pertama ini terjadi di sejumlah kecamatan di kabupaten Nias, seperti di kecamatan Bawolato, kecamatan Hiliduho, kecamatan Botomuzoi, kecamatan Idanogawo dan juga di kecamatan Gido.

“ sesuai data kita dilapangan, sepanjang semeseter pertama ini jumlah kasus DBD di kabupaten Nias mencapai 45 Kasus “ Ujar Kadis Kesehatan Kab.Nias (Kamis/30/7/2020).

Dilanjtkan kepala dinas kesehatan kabupaten Nias Martin Luter Harefa, dinas kesehatan kabupaten Nias telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan dan pengendalian kasus demam berdarah di kabupaten Nias. jika terdapat laporan kasus yang terjangkit DBD pihaknya akan segera merujuk pasien tersebut ke rumah sakit umum daerah Gunungsitoli.

Selain itu Langkah yang diambil Dinas Kesehatan adalah dengan melakukan kewaspadaan dini. Dinas Kesehatan melalui tenaga puskesmas melakukan pemantauan terhadap peningkatan kasus DBD di wilayah masing-masing sebagai dampak dari masuknya musim penghujan. Dinas kesehatan kabupaten Nias juga terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan hidup bersih dengan bergotong royong membersihkan lingkungan, menerapkan 3M yakni menguras, mengbur dan menutup.

“ Kita dari Dinas kesehatan selalu gencar mensosialisasikan gerakan hidup sehat kepada masyarakat. dan juga mengajak masyarakat menerapkan 3M (Menguras,Mengubur, dan Menutup) Katanya.

Untuk itu kepala Dinas kesehatan kabupaten Nias menghimbau kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus demam berdarah. Dan tetap menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, dan tempat penampungan air minum, dan selalu m‎enutup rapat tempat penampungan air, serta  m‎emanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00