RSUD Gunungsitoli Siapkan 2 Kamar dan 12 Tempat Tidur Untuk Penanganan Pasien Covid-19

KBRN,Gunungsitoli : Pasca ditetapkannya  RSUD Gunungsitoli sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah Kepulauan Nias, ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten Nias dalam Hal ini Bupati Nias meninjau langsung kesiapan RSUD Gunungsitoli dalam penanganan pasien Covid-19, (Rabu/8/4/2020).

Peninjauan ruang isolasi penanganan pasien Covid-19 di RSUD Gunungsitoli turut hadir Wakil Bupati Nias, Direktur RSUD Gunungsitoli, dan sejumlah kepala Dinas yang masuk dalam Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 di kabupaten Nias.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten Nias Drs.Sokhiatulo Laoli,MM kepada Radio Republik Indonesia menyampaikan bahwa setelah ditetapkannya RSUD Gunungsitoli menjadi rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19, maka sejumlah fasilitaspun disiapkan di ruangan isolasi di lantai III RSUD Gunungsitoli.

“ ada 2 kamar dan 12 tempat tidur yang sudah kita siapkan di ruangan isolasi ini, jika nantinya terdapat pasien Covid-19 yang ditangani di RSUD Gunungsitoli “ Ujarnya

Orang nomor satu di kabupaten Nias ini mengakui bahwa sejauh ini Fasilitas yang dimiliki RSUD Gunungsitoli dalam penanganan pasien Covid-19 masih jauh dari yang diharapakan. Baru baru ini pemerintah kabupaten Nias sudah menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 36 Set dan juga 40 set Rapid Test dari pemerintah provinsi sumatera utara.

“ kekurangan APD ini  memang kendala kita saat ini. namun kita telah mengupayakannya dengan memesan sendiri. dan kita terus melakukan koordinasi dengan pihak  Pemprovsu maupun pusat untuk membantu untuk kelengkapan para tenaga medis kita di sini “ Kata Sokhiatulo Laoli

Ia juga menambahkan bahwa SDM tenaga medis di RSUD Gunungsitoli memamng belum siap, meskipun demikian bila nantinya terdapat pasien covid-19 maka akan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Melalui tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 kabupaten Nias akan menyurati Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperbantukan tenaga dokter spesialis paru, anastesi maupun tenaga forensik. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00