Dinkes Kota Gunungsitoli Tegaskan Fogging Bukan Solusi Utama Atasi DBD

KBRN, Gunungsitoli: Isu merebaknya kasus demam berdarah di Kota Gunungsitoli kembali meresahkan masyarakat.

Hal itu terlihat dari sejumlah postingan warga di sosial media yang meminta Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli agar melakukan Fogging.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan‎ (Dinkes) Kota Gunungsitoli Kasih Trisnawati Zebua, S.Si,apt,MPH, mengatakan untuk mencegah penularan DBD meluas, langkah yang harus pertama dilakukan adalah pengendalian dengan memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk tersebut.

"Tindakan fogging tidak menjamin lingkungan itu akan terbebas dari nyamuk aedes agepty namun cara yang efektif adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk serta membasmi jentik-jentiknya," ujar Kasih, Kamis (09/01/2020).

Kasih mengakui, terdapat sejumlah permintaan warga untuk melakukan fogging namun semua permintaan fogging tidak akan dipenuhi apabila tidak disertai dengan hasil lab yang menyatakan terdapat warga positif DBD.

"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa setelah itu satu minggu lagi jentik nyamuk akan netas dan berkembang biak lagi. Tindakan yang tepat adalah melakukan gerakan 3M plus yakni Menguras, Menutup dan Mengubur serta pencegahannya," kata Kasih.

Meski demikian, Kasih Zebua, juga mengungkaplan bahwa kasus DBD pada tahun 2019 diwilayah Kota Gunungsitoli cenderung meningkat padahal pada tahun 2018 angkanya menurun drastis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00