Sosaidaman Zebua S.Kep Nurs: Turunkan Kasus Stunting dan Penyakit Menular Melalui Gerakan ODF

kbrn_26.Kepala Puskesmas Gunungsitoli Selatan Sosaidaman Zebua S.Kep Nurs

KBRN, Gunungsitoli: Pemerintah terus gencar mengkampanyekan akan bahaya stunting atau kondisi anak kerdil dibanding anak seusianya yang diakibatkan kurang gizi kronis.

Menurut Kepala Puskesmas Gunungsitoli Selatan Sosaidaman Zebua S.Kep Nurs, selain perbaikan gizi anak, juga mesti diperhatikan kebersihan lingkungan seperti gerakan ODF (Open Defecation Free) yang sangat berhubungan dalam menurunkan angka stunting atau penyakit menular lainnya. 

“Deklarasi ODF ada hubungannya dengan penurunan tingkat penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare dan typhus serta stunting. Misalnya saja diare yang disebabkan BAB sembarangan,” papar Sosaidaman Zebua S.Kep Nurs, Rabu (26/07/2022).

Deklarasi ODF  tahun 2022 di desa Onozitoli Tabaloho merupakan deklarasi yang kedua di Kecamatan Gunungsitoli Selatan. Sebelumnya, pada tahun 2021, Deklarasi ODF  juga terlaksana di Gunungsitoli Selatan tepatnya di desa Sisobahili Tanoseo.

“Dari 101 desa/kelurahan di kota Gunungsitoli, baru 2 desa yang mendeklarasikan sebagai desa ODF. Sebenarnya ini tergolong sangat lambat sekali untuk versinya kota bisa ODF. Harusnya untuk versinya kota, jumlah desa ODF harusnya lebih banyak lagi. Dan itulah harapan kita. Mudah-mudahan untuk wilayah kecamatan Gunungsitoli Selatan, kita akan bisa tambah-tambah terus terus jumlah desa ODF di masa akan datang, walaupun satu persatu tapi paling tidak kita sudah berbuat mendukung warga masyarakat, memberikan edukasi kepada mereka untuk bisa hidup lebih sehat lagi melalui desa ODF,” kata Sosaidaman.

Diharapkan, desa yang sudah mendeklarasikan diri sebagai desa ODF, agar dapat terus menjaga desanya tetap ODF.

“Motivasinya ya kepada seluruh aparat desa dan juga seluruh tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Gunungsitoli ayo kita tingkatkan taraf hidup lebih sehat dengan menjadi desa ODF, karena untuk kota Gunungsitoli hingga saat ini baru 2 desa yang sudah mendeklarasikan desanya sebagai Desa ODF (Open Defecation Free) yang mana desa tersebut telah bebas dari Perilaku Buang Air Besar di Sembarang Tempat,” tutup Sosaidaman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar