Cegah Perkembangbiakan Nyamuk Demam Berdarah, Puskesmas Idanoi Tölamaera Lakukan Fogging di Desa Onowaembo dan Lewuoguru Idanoi

Proses fogging

KBRN, Gunungsitoli: Tim Pemberantasan Penyakit/P2 dari Dinas Kesehatan kota Gunungsitoli bersama pihak Puskesmas Idanoi Tölamaera melakukan penyemprotan fogging.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya demam berdarah DBD yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti di desa Onowaembo kecamatan Gunungsitoli Idanoi.

Dalam fogging kali ini, petugas menggunakan mesin dan menyasar area-area yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk tersebut. Fogging ini dilakukan di selokan jalan dan berlanjut hingga ke rumah-rumah penduduk, utamanya bagi penduduk yang sempat menderita sakit Demam Berdarah beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari Puskesmas Idanoi Tölamaera, jumlah pasien yang sempat menderita Demam Berdarah di wilayah kerja Puskesmas Idanoi Tölamaera ada 2 orang. Hal ini menjadikan DBD salah satu hal yang perlu diperhatikan.

“Warga yang sudah terjangkit DBD ada 2 orang anak-anak, 1 orang di desa Onowaembo dan 1 orang lainnya di desa Lewuoguru Idanoi. Pasien yang bersangkutan sudah kita tangani dan sempat diobservasi rawat jalan dengan pengobatan lanjutan di rumah, didampingi oleh bidan desa. Patut disyukuri kondisi anak-anak tersebut sekarang sudah membaik, dimana anak sudah bisa bersekolah kembali,” ujar Pj. Promkes Megah Cerah Gea S.Tr Keb, Jumat (03/12/2021).

Perhatian dalam upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk yang menjadi penyebab penyakit Demam Berdarah ini nampaknya tidak akan cukup hanya dilakukan Dinas terkait semata. Akan tetapi, peran serta masyarakat juga sangat diperlukan guna bersama-sama memerangi sumber penyakit ini.

“Kegiatan Fogging/pengasapan ini sekaligus bertujuan untuk melakukan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan khususnya di dalam lingkungan rumah masing –masing, mengingat kondisi cuaca saat ini kurang kondusif maka kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, membuang sampah pada tempatnya dengan cara mengubur atau membakar, menguras bak air minimal sekali seminggu, menghindari air tergenang di sekitar rumah untuk mencegah berkembangnya jentik DBD, menghindari gigitan nyamuk dengan manggunakan kelambu waktu tidur, bahkan jika ada anggota keluarga yang demam, segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tutup Megah. IDA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar