Ribuan Santri Ikut Vaksin, LDII Ajak Masyarakat Tidak Takut Vaksin

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) KH Chriswanto Santoso mengajak masyarakat ikut dalam vaksinasi Covid-19 di tanah air. Chriswanto berharap masyarakat tidak takut divaksin. Menurutnya, vaksin tidak ada masalah karena sebetulnya segala sesuatunya sudah terukur. 

"Seluruh dunia melakukan hal yang sama untuk mencapai herd immunity global alias kekebalan komunitas global. Semoga ini dapat menjadi pemicu untuk melaksanakan vaksinasi berikutnya dan jangan takut divaksin.  Selain kondisi kita harus fit, di sini juga dilakukan observasi untuk melihat apakah kita layak mendapatkan vaksin atau tidak. Itu saya kira, ayo semangat kita vaksinasi,” ajak Chriswanto dalam rilis yang diterima RRI, Senin (14/6/2021).

Sementara Satgas Covid Jakarta Timur drg. Indira Febriyanti mengapresiasi langkah LDII dalam melaksanakan vaksin massal untuk mencegah Covid 19. Kata drg.Indira dengan kegiatan ini LDII dapat membantu pemerintah menuju herd imunity atau kekebalan kelompok. Sesuai dengan harapan Presiden Jokowi yang menargetkan 1 juta dosis vaksin per hari. 

“Saya terus terang sangat senang dan Bahagia karena LDII bisa ikut dalam pelaksanaan vaksinasi ini. Kita juga mendapatkan dukungan penuh dari LDII. LDII dapat memberikan contoh kepada masyarakat mengenai vaksin ini. Jadi harapan saya, seluruh masyarakat bisa ikut dalam pelaksanaan vaksinasi dan dapat meraih herd immunity secara cepat,” tuturnya.

Lebih lanjut drg.Indira menjelaskan vaksin sangat penting dikarenakan untuk menuju kekebalan kelompok. Hasil akhirnya dapat menurunkan angka kematian dan juga menurunkan gejala yang berat bagi penderita Covid-19. 

“Kalau sudah vaksin bukan berarti tidak akan kena Covid-19. Namun tetap akan kena tetapi gejalanya ringan bahkan tidak bergejala sama sekali. Karena antibodi kita sudah mengenal si virus ini setelah kita divaksin,” jelasnya. 

Menurut drg. Indira, vaksin ini sangatlah aman. Sampai saat ini tidak ada masyarakat setelah mendapatkan vaksin mengalami gejala berat atau kematian. Yang ada setelah divaksin mengalami gejala ringan mungkin demam atau sakit kepala atau diare dan itu hanya mengalami gejala yang ringan sekali dan tidak berlangsung lama, hanya satu atau dua hari setelah itu hilang.

Namun, ia menganjurkan untuk para komorbid atau seseorang pengidap penyakit penyerta agar konsultasi dengan dokter spesialis. Secara global, vaksin untuk para komorbit ini sangat dianjurkan karena para komorbitlah yang memiliki resiko besar. 

“Namun untuk komorbit yang tidak mendapatkan anjuran dari dokter pribadinya mungkin sedang dalam masa peradangan atau infeksi makanya tidak dianjurkan,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo mengamanatkan kepada DPP LDII untuk menyukseskan program vaksin nasional. Salah satunya, dengan mengajak masyarakat melakukan vaksin. LDII melaksanakan vaksin dari tanggal 14 Juni hingga 19 Juni 2021 dengan target dalam sehari 500 santri ikut vaksin. Tsalisa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00