Pemkab Nias Utara Gelar Kegiatan Rembuk Stunting.

KBRN, Gunungsitoli : Pemerintah Kabupaten Nias Utara melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting di Aula Tafaeri Kabupaten Nias Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara selaku Ketua Panitia Kegiatan Rembuk Stunting menyampaikan, Kabupaten Nias Utara merupakan salah satu lokus stunting.

Hal ini sesuai hasil Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) Tahun 2013 dimana prevalensi stunting di Nias Utara sebesar 41,7%. Namun setelah dilakukan pengukuran oleh Dinas kesehatan pada tahun 2018, tingkat prevalensi stunting sebesar 7,12%.

Dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan, pada tahun 2020 tingkat prevalensi stunting di Nias Utara tinggal 5,67% dan ditargetkan pada tahun 2021 menurun menjadi 4,22% dengan 14 desa lokus stunting.

Arahan Bupati Nias Utara yang dibacakan oleh Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega, A.Pi., M.SI mengajak seluruh stakeholder agar berkomitmen dan serius dalam melakukan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Nias Utara.

Dalam rangka mendorong percepatan penangan stunting di Nias utara Wakil Bupati menghimbau OPD yang terlibat dalam penanganan stunting untuk terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama,  meningkatkan perencanaan penganggaran serta mempersiapkan Perbup ygang mengatur tentang keterlibatan Desa dalam penangan Stuntin.

“Kepada Dinas Kesehatan agar melakukan pengukuran yang tepat sehingga menghasilkan data-data yang valid dan akurat menyangkut Stunting di Nias Utara,”tegasnya.

Acara Rembuk Stunting tersebut ikut dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama penanganan stunting di Kabupaten Nias Utara. Penandatangan Komitmen tersebut melibatkan pihak Pemerintah dan pihak Legislatif.

Dari pihak pemerintah ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, OPD terkait, Camat, Kepala Desa dan Tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Stunting. Hadir dari pihak Legislatif,  Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara.(MH)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00