Akibat Kelapa Muda, Pengusaha VCO Kesulitan Mendapat Bahan Baku

KBRN, Gunungsitoli : Berawal dari menanggapi postingan di salah satu akun dunia maya, Budi Karonias Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Gunungsitoli menaruh perhatian pada kuantitas produksi kelapa yang berdampak akan menurun, jika terus-menerus digerus untuk kebutuhan penjualan kelapa muda.

“Saya melihat ada sebuah postingan di salah satu akun media ya, disitu tertulis pemilik akun membuka tawaran bagi siapa saja yang berniat menjual buah kelapa kepadanya, Ia membutuhkan dalam jumlah ratusan biji. Dan saya pun bertanya, ternyata Ia seorang pelaku usaha UMKM yang bergerak dalam pembuatan VCO. akhir-akhir ini Ia kesulitan mencari bahan baku VCO/kelapa, karena ternyata sebagian besar kelapa sudah dijual kepada pedagang penjual kelapa muda,”, ungkap Budi Karonias, Rabu (03/03/2021).

Terlebih lagi setelah mendapat informasi dari para penjual kepala muda di sekitar pasar kota Gunungsitoli, rata-rata mendapatkan pembelian buah kelapa muda ini di sekitaran Gunungsitoli. Akibatnya, karena sudah mulai kesulitan mendapatkan bahan utama pembuatan VCO, UMKM yang bergerak dalam hal pengelolaan VCO ini kesulitas untuk menghasilkan produk VCO yang baru.

“Menurut saya, hal ini otomatis dapat berimbas pada UMKM yang memproduksi VCO, dimana bahan baku utama pembuatan VCO adalah kelapa, artinya, jika terus mengambil produksi kelapa untuk dijual menjadi kelapa muda, maka kondisi produksi kelapa pada 3-4 tahun kedepan, dengan sendirinya akan menurun, kan begitu,” ujar Budi lagi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dari pihak pemerintah, selaku Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Gunungsitoli, Budi Karonias menyarankan, ada baiknya, para petani secara swadaya, mengusahakan untuk menanam kelapa pandan wangi. Kelapa pandan wangi ini termasuk kelapa jenis varietas unggul juga, dan masuk dalam kategori tanaman yang cepat berbuah dalam kurun waktu 3-4 tahun.

“Meski baru 1 hingga 2 batang ya, untuk saat ini, kelapa jenis varietas unggul/ kelapa pandan wangi ini, sudah bisa ditemukan di desa Hilina’a kecamatan Gunungsitoli, Kelapa pandan wangi ini memiliki buah yang mampu mengeluarkan aroma wangi khas pandan, dan air kelapa pandan wangi ini juga memiliki rasa lebih manis daripada air kelapa muda biasa. jadi menurut saya, jika jenis kelapa pandan wangi ini juga bisa dibudidayakan para petani di kota Gunungsitoli, maka, produksi kelapa pandan wangi ini kan nantinya bisa diharapkan sebagai alternative sandingan produksi kelapa muda yang dipasarkan di sekitar kota Gunungsitoli., sehingga, dengan adanya stok produksi kelapa pandan wangi, pastinya kan tidak akan mengurangi produksi kelapa yang sudah ada/ tersedia di kota Gunungsitoli. dan sudah pasti juga bahan baku pembuatan VCO yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM menjadi tetap tersedia. Dengan demikian, pemasaran kelapa muda dan UMKM VCO dari bahan kelapa dapat beriring sejalan” tutup Budi Karonias. IDA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00