Di Tengah Pandemi Covid-19, Kabupaten Nias Malah Surplus Beras

Dinas pertanian kab.Nias bersama kelompok tani

KBRN,Gunungsitoli : Penyebaran Covid-19 sangat berdampak luas dan mempengaruhi berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga sektor ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah kabupaten Nias melalui dinas pertanian dalam pemulihan ekonomi kelompok tani menghadapi pandemi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Nias Fonaso Laoli kepada RRI mengatakan  tahun 2021 ini sejumlah bantuan akan terus diberikan pada kelompok tani di kabupaten Nias antara lain pengembangan intensifikasi padi sawah, penumbuhan penangkar benih padi sawah, pengembangan tanaman jagung, bantuan benih padi sawah, bantuan benih lahan kering,  power tresher,  corn sheler  termasuk bantuan pengembangan cabe merah.

“Pemberian bantuan ini sudah kita salurkan sejak penyebaran covid-19 di tahun 2020. Dan akan terus kita berikan kepada kelompok tani pada tahun 2021 ini, ” ujar Fonaso Laoli (Kamis/25/2/2021).

Dikatakan pemberian bantuan tersebut selain dapat memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, juga diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi para kelompok tani, sehingga terwujudnya swasembada pangan di wilayah ini.

“Dari hasil evaluasi pada tahun 2020 tidak terjadi gejolak harga beras  malah ketersediaan beras selama tahun 2020 melebihi kebutuhan atau surplus,” katanya

Selama tahun 2020 yang lalu jelasnya, ketersediaan beras selama satu tahun dari hasil produksi kelompok tani di kabupaten Nias menghasilkan sebanyak 23.036 ton beras. Sementara untuk kebutuhan beras selama tahun 2020 hanya 16.481.685 Kg atau 16.481 Ton. Sehingga dari capaian hasil produksi tersebut, ketersediaan beras di kabupaten Nias melebihi kebutuhan masyarakat ataupun Surplus sebanyak 6.555 ton beras.

Ditambahkannya, dampak dari surplus ketersedian beras ini, tidak terjadi gejolak harga beras dipasaran, termasuk tidak terjadi kelangkaan ketersediaan beras, baik ditingkat petani maupun di tingkat pasar diwilayah kabupaten Nias. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00