Ditengah Pandemi, Dinas Pertanian Kab.Nias Ajak Petani Tingkatkan Hasil Komuditi Unggulan

panen_jagung di lahan pertanian kelompok tani di kabupaten Nias

KBRN,Gunungsitoli : Pemerintah kabupaten Nias melalui dinas pertanian akan terus fokus dalam peningkatan ekonomi masyarakat khususnya dalam bidang pertanian ditengah penyebaran covid-19. Salah satu yang menjadi strategi pemerintah daerah yakni, pembukaan lahan kosong dan juga peningkatan hasil komuditi pertanian di sejumlah kecamatan di kabupaten Nias.

Kepala Bidang pangan dan Holtikultura dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Nias Oliziduhu Halawa kepada Radio Republik Indonesia menyampaikan bahwa dalam meningkatkan hasil produksi pertanian khusnya padi sawah, maka pemerintah kabupaten Nias melalui dinas pertanian telah menyalurkan bantuan benih padi kepada sejumlah kelompok tani. Langkah ini diharapkan dapat menyemangati para petani dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah dan sekaligus bisa terwujudnya swasembada pangan di kabupaten Nias.

Selain peningkatakan produksi padi sawah, dinas pertanian kabupaten Nias juga terus mendorong kelompok tani dalam meningkatkan hasil komuditi unggulan di sejumlah kecamatan di kabupaten Nias seperti penanaman cabe, jagung, bawang dan pisang.

“ Dengan semangat para petani, maka hasil komuditi seperti cabe, jagung maupun pisang mendapatkan hasil produksi yang cukup bagus. Dan hasilnya pun ada yang dijual di luar kabupaten Nias. sehingga meningkatkan pendapatan ekonomi para petani “ Ujarnya (Senin/18/1/2021).

Ia menambahkan, Pandemi virus corona yang sudah melanda keseluruh pelosok tanah air hampir satu tahun ini, tidak boleh menghambat produksi pertanian. sehingga dinas pertanian kabupaten Nias terus memotifasi para petani di kabupaten Nias untuk bekerja keras dalam meningkatkan produksi pertanian.

“ kita akui pada awal masuknya covid-19 ini di kepulauan Nias, memang sangat berpengaruh. Para petani banyak yang tidak keluar rumah (kesawah/ladang) karena rasa takut “ katanya. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00