Honor Belum Dibayar Air Bersih Di Nias Utara Macet.

KBRN, Gunungsitoli: Air bersih dari Desa Maziaya tidak mengalir di sejumlah kantor pemerintah dan rumah-rumah warga di Ibukota Kabupaten Nias Utara.

Camat Lotu Bazatulo Zalukhu mengakui, hampir sebulan air bersih dari desa Maziaya tersebut, tidak di nikmati oleh masyarakat Kabupaten Nias Utara, sehingga bergantung pada air hujan dan sangat mengkhawatirkan bila kondisi ini berkelanjutan.

"Akibat tidak mengalirnya air bersih tersebut, masyarakat yang berada di Ibukota Kabupaten Nias Utara, kekurangan air bersih dan kondisi ini perlu perhatian pihak terkait," kata Bazatulo, Kamis (8/10/2020)

Padahal Air bersih dari Desa Maziaya satu-satunya harapan masyarakat di Ibukota Kabupaten Nias Utara.

Hal yang sama Kepala UPTD Pengelola Air Bersih Kabupaten Nias Utara, Martinus Zega menyatakan, bahwa air bersih dari Desa maziaya tidak mengalir ke rumah-rumah warga dan juga di kantor-kantor Pemerintah sejak tanggal 21 September 2020.

Hal tersebut di sebabkan belum terbayarkan honor tenaga harian lepas yang merupakan penghibah tanah, sehingga mereka menutup keran dari sumber air bersih yang terletak di Desa Maziaya.

"Pemerintah tidak dapat melunasi honor THL mengingat belum tertampung di APBD 2020, sehingga di janjikan melalui P-APBD namun karena P-APBD gagal maka pemerintah tidak dapat merealisasikannya," tuturnya.

Walaupun THL tersebut sudah membuat surat pernyataan bahwa tidak menuntut bila PAPBD gagal, namun pada kenyataannya mereka menghalangi program pemerintah untuk mendistibusikan air bersih tersebut.

"Kondisi ini telah di laporkan kepada pihak Kepolisian dan hingga kini masih menunggu tindaklanjut kasus tersebut," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00