Hasil Produksi Pertanian Masih Rendah di Kab.Nias, Disebabkan Infrastruktur Irigasi Belum memadai

Dinas pertanian Kab.Nias dan Kelompok tani panen jagung

KBRN,Gunungsitoli : Kemandirian daerah dalam ketersediaan bahan pangan seperti beras dan sejumlah kebutuhan lainnya di kabupaten Nias masih belum bisa terakomodir hingga saat saat ini. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, cabe,bawang merah, masih di datangkan atau di droping dari luar pulauan Nias.

Informasi yang didapatkan melalui kepala Dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Nias Fonaso Laoli kepada Radio Republik Indoensia menyampaikan bahwa, salah satu kendala yang di alami para kelompok tani khususnya padi sawah di kabupaten Nias hingga saat ini belum bisa mandiri, disebabkan minimnya ketersediaan irigasi di lahan lahan pertanian milik kelompok tani. Sehingga berdampak pada kualitas dan juga produksi hasil pertanian para kelompok tani.

“ belum optimalnya irigasi dilahan persawahan, membuat para kelompok tani selalu mengharapkan air hujan. Dari data evaluasi dilapangan, belum sampai 20 persen lahan persawahan milik para petani yang teraliri dengan air. Dan pastinya mengharapkan air hujan “ Ujarnya (Kamis/20/8/2020).

Menyikapi hal itu, dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Nias selalu berkoordinasi dengan pihak dinas PUPR kabupaten Nias untuk bisa mengusulkan dalam anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian PUPR untuk pembangunan irigasi primer dan irigasi sekunder di wilayah kabupaten Nias.

“ kita tetap berkoordinasi dengan teman teman dinas PURR kabupaten Nias untuk pengusulan anggaran pembangunan irigasi ini dari dana DAK. kalau kita  harapkan pada APBD kabupaten Nias tidak bisa diakomodir, mengingat minimnya anggaran APBD yang dimilki pemerintah kabupaten Nias “ Katanya.

Meskipun keterbatasan irigasi, namun selama ini pihak dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Nias melalui penyuluh pertanian lapangan, terus memberikan motifasi dan pendampingan terhadap para kelompok tani, sehingga ditengah keterbatasan infrastruktur, namun semangat para kelompok tani tetap turun kesawah dan membuka lahan lahan kosong. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00