Sesuai Data Aplikasi E-PPGBM, 1.579 Balita di Kabupaten Nias Mengalami Masalah Stunting

KBRN,Gunungsitoli: Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu,SH,MH instruksikan kepada perangkat daerah terkait, para camat dan juga kepala Desa di kabupaten Nias untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di masing masing desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal itu disampaikan wakil Bupati Nias pada saat pelaksaan rapar koordinasi terhadap seluruh stakeholder yang terkait untuk mempercepat penurunan Stunting dikabupaten Nias tahun 2019.

Wakil Bupati Nias mengatakan, kabupaten Nias adalah salah satu dari 105 kabupaten/kota lokus prioritas penanganan stunting tahun 2020. Hal ini telah diawali dengan pernyataan komitmen Bupati Nias tentang pelaksanaan percepatan pencegahan anak kerdil (Stunting) pada bulan oktober 2019 yang lalu.

“ salah satu fokus kita dalam mengatasi masalah stunting saat ini yakni melakukan pemetaan, pertemuan kordinasi, kampanye perubahan perilaku serta meningkatkan peran desa dalam percepatan pencegahan/penurunan stunting di kabupaten Nias “ Kata Wabub Nias, (Senin/9/12/2019).

Dijelaskan Wabub, Saat ini dari 6.000 Balita yang telah didata dan di entry melalui aplikasi E-PPGBM, terdapat 1.579 balita atau (23%) yang mengalami masalah stunting di kabupaten Nias.

“ Tentu angka ini sangat cukup tinggi. Makanya pemerintah kabupaten Nias akan tetap fokus dalam penanganannya pada tahun 2020 akan datang “ Ujarnya.

Untuk itu Wakil Bupati Nias berharap kepada semua  pihak yang terkait,  agar mau dan mampu berperan sebagai agen perubahan. Sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting dikabupaten Nias, yang mana sesuai dengan target Nasional diharapakan dapat turun dari 32% menjasi 19% pada tahun 2024. (Bobi R)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00