Permasalahan Yang Sering Dialami UMKM Di Kota Gunungsitoli

KBRN, Gunungsitoli: Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil Menengah Kota Gunungsitoli, saat ini sudah ada sekitar 8.947 umkm di Kota Gunungsitoli.

UMKM tersebut terbagi atas usaha mikro sebanyak 8.817, 122 usaha kecil, dan 8 usaha menengah.

Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan potensi sumber daya alam yang ada apalagi sekarang bisa melakukan pendaftaran online umkm dimanapun.

Meskipun demikian, ada beberapa permasalahan yang sering dialami oleh UMKM yang ada di kota Gunungsitoli dan masih menjadi pekerjaan rumah bagi sektor ekonomi. Jika tidak diatasi maka UMKM yang sedang tumbuh bisa saja kalah bersaing, stagnan bahkan gulung tikar.

"Hambatan dan kendala yang dihadapi UMKM khususnya di kota Gunungsitoli ini ada banyak sebenarnya, namun menurut pemantauan kami sampai Mei 2022 ada beberapa hal yang menjadi kendala yang dihadapi umkm antaralain pengaruh pandemi covid 19 sehingga sendi-sendi umkm ini dari segala sisi pasti mengalami banyak hambatan.Yang kedua adalah terkait dengan modal usaha para pelaku UMKM, dimana kami sering ke lapangan dan melihat banyak umkm kita apalagi setelah menghadapi masa covid 19 ditambah lagi dengan situasi harga yang melambung tinggi di pasaran sekarang tentunya moda para pelaku umkm ini perlu dibenahi karena usaha umkm di kota Gunungsitoli ini sebagaian besar dari sektor jasa dan perdagangan. Sedikit sekali kita dari kota Gunungsitoli umkm dari sisi kerajinan dan kuliner, walaupun memang ada tapi tidak begitu signifikan.Yang ketiga dari sisi tekhnik/ keahlian umkm. Ini juga merupakan salahsatu kendala dimana kebanyakan umkm kita ini umkm yang tiba-tiba," jelas Sozawato Nazara Kepala bidang Koperasi dan UMKM kota Gunungsitoli, Sabtu (21/05/2022).

Masalah-masalah utama umkm yang sering terjadi seperti ini adalah faktor-faktor penghambat pertumbuhan usaha.

"Dalam menghadapi situasi dan kondisi ini, dukungan Pemko Gunungsitoli terhadap UMKM selama ini dilakukan dalam hal diantaranya dengan menyediakan UPTD dana bergulir sebagai sarana mendapatkan dana dalam pengembangan usaha, pembinaan umkm di berbagai keahlian dan pembentukan TPAKD untuk mempercepat akses pelaku usaha dalam hal keuangan," tutup Sozawato.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar