Pedagang di Kota Gunungsitoli Menolak Penarikan Minyak Curah dari Peredaran

Pedagang di Pasar Nou Gunungsitoli sedang mengangkat minyak curah.

KBRN, Gunungsitoli: Feberina Telaumbanua, salah seorang Pedagang di Kota Gunungsitoli menolak rencana pemerintah untuk menarik minyak curah dari pasaran, lantaran harganya lebih murah dan terjangkau, terlebih saat ini harga minyak kemasan masih mahal di pasaran.  

Hal itu dikemukakannya kepada RRI.co.id, terkait adanya peraturan pemberhentian penjualan minyak goreng curah tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan. 

"Tidak setuju jika pemerintah menarik minyak curah dari pasaran karena kebanyakan konsumen minyak curah adalah masyarakat menengah kebawah yang tidak bisa membeli minyak kemasan yang harganya lebih tinggi," ujarnya, Rabu (01/12/2021).  

Menurutnya, dengan membeli minyak curah, masyarakat bisa membeli dengan harga lebih murah dan ukuran lebih banyak. Tentunya hal ini sangat membantu, lantaran harga minyak kemasan juga masih tinggi dan stoknya saat ini semakin menipis.  

"Dengan adanya minyak curah masyarakat kecil bisa membeli kebutuhan lainnya, misalnya dengan satu kali belanja minyak curah bisa dibeli dengan harga Rp. 5.000, sementara jika yang ada hanya minyak kemasan masyarakat tidak ada pilihan lain," ungkapnya. 

Kendati demikian, Feberina berharap, jika kebijakan minyak curah dihilangkan, pemerintah harus dapat menjamin isi dari kandungan minyak kemasan serta berat  diketahui tidak sesuai dengan berat bersih yang dilabelkan disetiap kemasan. 

"Apalah daya kami pedagang kecil ini jika pemerintah tetap memberlakukan peraturan tersebut diawal tahun 2022, namun kami harap agar pemerintah bijak dan teliti dengan kandungan minyak kemasan serta berat bersih disetiap kemasan yang tertera," harapnya. 

"Coba kita lihat berat yang tertera disalahsatu minyak kemasan ini tertulis 1000 gram, sementara setelah ditimbang beratnya hanya mencapai 900 gram. Artinya dari berat saja kita sudah rugi belum lagi harganya yang mahal," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar