Pejabat Pengelola Hak Akses Terkait Di Kabupaten Nias, Ikuti Pelatihan dan Pengenalan Sistem OSS-RBA

KBRN,Gunungsitoli : Sejumlah perwakilan perangkat daerah teknis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan perizinan di kabupaten Nias mengikuti pelatihan Online Single Submission - Risk Based Approach (OSS-RBA), yang di prakarasai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupten Nias.

Kepala Dinas Drs.Ingati Hura Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupten Nias kepada Radio Republik Indoensia menyampaikan bahwa pelatihan tersebut untuk memperkenalkan sistem pelayanan perizinanan melalui sistem Online Single Submission - Risk Based Approach (OSS-RBA). Sistem ini sebagai wujud reformasi dalam proses perizinan berusaha yang memberikan jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, terjamin dan bebas pungutan biaya dalam mendapatkan perizinan berusaha. selain itu, pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif melaksanakan pengendalian, fasilitasi dan pembinaan pelaksanaan modal melalui pemberian dukungan anggaran yang bersumber dari APBN.

“ Sistem pelayanan perizinan yang telah di luncurkan Presiden RI pada tanggal 9 agustus 2021 yang lalu, yang diberi nama Online Single Submission - Risk Based Approach (OSS-RBA). sistem ini merupakan wujud reformasi dalam proses perizinan berusaha yang memberikan jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, terjamin dan bebas pungutan biaya dalam mendapatkan perizinan berusaha ” Ujarnya (Rabu/20/10/2021).

Selain perwakilan perangkat daerah teknis di masing masing OPD terkait, pada pelatihan itu juga turut di hadiri perwakilan dari kantor camat termasuk pelaku usaha.

Kepala Dinas PM-PPTSP berharap, melalui pelatihan tersebut diharapkan masyarakat lebih mudah dalam melakukan pengurusan perizinan melalui apliaksi yang lebih cepat, mudah, transparan, terjamin dan bebas pungutan biaya dalam mendapatkan perizinan berusaha.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00