Pelaku Usaha Di Kabupaten Nias Ikuti Rakoor dan Sinkronisasi Pembinaan Penanaman Modal

KBRN,Gunungsitoli : Sejumlah pelaku usaha di kabupaten Nias mengikuti Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal untuk di balai serbaguna Howu – Howu Desa Lasara Idanoi Kecamatan Gido Pemerintah Kabupaten. Kegiatan pembinaan tersebut di prakarsai Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM – PPTSP) kabupaten Nias.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nias Danius Harefa, ST saat menjadi narasumber menyampaikan topik sosialisasi tentang peran pemerintah daerah dalam mendorong investasi di Kabupaten Nias.

Dijelaskannya, Investasi adalah penanaman uang dengan harapan hasil dan nilai tambah. Investasi juga dapat diartikan sebagai penempatan sejumlah dana dengan harapan dapat memelihara, menaikkan nilai atau memberikan return yang positif.

Selain itu, Danius Harefa juga menjelaskan tujuan dari investasi yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Nasional, Menciptakan lapangan kerja, Meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, Meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha Nasional, Meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi Nasional, Mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, Mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang berasal baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, dan Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Di 2021 sampai 2026 nanti, selain dibidang UMKM, kita akan coba berinvestasi pada bidang pertanian, perikanan dan peternakan, sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Nias. Kita berharap, investasi yang dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” Kata Denius

Sementara itu Drs.Ingati Hura Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupten Nias kepada Radio Republik Indoensia menyampaikan bahwa tujuan kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi ini adalah untuk menyampaikan informasi sekaligus menyamakan persepsi seluruh pihak-pihak yang berkepentingan terkait pemanfaatan sistem pelayanan perizinan berbasis risiko dan berbagai ketentuan baru di bidang penanaman modal. pada kegiatan ini, akan difasilitasi juga para pelaku usaha yang belum memperoleh nomor induk berusaha (NIB) sebagai identitas pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan berusaha.

“ kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi ini dilaksanakan sebanyak 3 gelombang. Untuk gelombang I dilaksanakan mulai pada tanggal 14, 15 dan 18 oktober 2021, bertempat di balai serbaguna howu-howu desa Lasara Idanoi kecamatan Gido. Sedangkan gelombang Ke-II dilaksanakan pada akhir bulan oktober 2021 dan gelombang ke-III dilaksanakan pada awal bulan November 2021 ” Ujar Ingati Hura (Sabtu/16/10/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00