Harga Karet Capai Rp.9.400 Perkilogram Pada Minggu Ketiga Juli 2021

KBRN, Gunungsitoli: Pemeliharaan yang optimal dan pengendalian terpadu terhadap komoditas karet akan meningkatkan peluang produksi pada masa awal, dan menjaga stabilitas tanaman produksi karet secara berkelanjutan.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk penyuluhan secara kontinyu di tingkat petani yang menghasilkan komoditas karet di seluruh kecamatan se Kota Gunungsitoli.

“Hasil pantauan kita di lapangan, perkembangan komoditas karet memang meningkat produksinya. Dan pengembangan komoditas karet saat ini juga memang sudah dibudidayakan hampir di semua kecamatan se kota Gunungsitoli karena disana selalu didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL di masing-masing lokasi, untuk dapat meningkatkan nilai ekspor,” ungkap Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian Kota Gunungsitoli Budi Karonias Telaumbanua, Sabtu (31/07/2021).

Hingga saat ini harga karet juga sangat bergantung pada permintaan dan ketersediaan stok di tingkat agen. Saat ini permintaan komoditas karet masih terbilang tinggi.

“Fluktuasi harga karet sedang membaik dari minggu ke minggu. Fakta di lapangan kisaran harga karet basah saat ini mencapai Rp.9.200 perkilogram, sementara karet kering Rp.9.400 perkilogram” ungkapnya lagi.

Pihaknya juga terus menyampaikan kepada para petani, bahwa lahan karet juga bisa diselingi dengan menanam tanaman palawija.

“Kita sering menyampaikan kepada para petani, tatalah jarak tanam, misalnya ada petani yang punya kebun karet, silakan tata jarak tanam karet supaya dapat diselingi dengan menaman bibit pohon palawija yang lain. Itukan akan lebih menambah nilai ekonomis lahan tersebut,”tutupnya. IDA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00