Pemberian Bantuan Alsintan Berikan Dampak Positif Tingkatkan Produksi Padi Sawah di Nias

KBRN,Gunungsitoli : Kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Nias Fonaso Laoli menegaskan bahwa, pemberian bantuan alat pertanian dari bantuan dana APBD, APBD provinsi, maupun dari bantuan yang bersumber dari dana APBN diberikan kepada para kelompok tani yang sudah terdaftar di dinas pertanian. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan pemantauan seluruh bantuan pertanian yang diberikan melalui kelompok tani.

Kadis pertanian dan ketahanan pangan menjelaskan, menurut ketentuan dari kementerian pertanian bahwa, para kelompok tani yang menerima bantuan alat pertanian harus para kelompok tani yang sudah terdaftar dan tercatat di kementerian pertanian RI.

“ penyaluran bantuan pertanian di berikan kepada kelompok yang resmi. Dan tidakdiberikan kepada perseorangan ” Ujarnya kepada RRI.co.id (Minggu/18/4/2021).

Lebih lanjut dijelaskannya, sejumlah bantuan alat pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani di kabupaten Nias, mulai dari alsintan, maupun bantuan bibit. Pemberian bantuan alsintan ini, untuk membantu para kelompok tani mempercepat dan mempermudah dalam peningkatan hasil produksi pertanian, apalagi ditengah penyebaran covid-19.

Dari evaluasi tahun 2020 yang lalu ditambahkannya, pemberian bantuan Alat pertanian dan juga sejumlah bantuan khususnya bibit padi sawah, memberikan dampak positif terhadap kelompok tani. Sehingga data yang di miliki dinas pertanian kabupaten Nias pada tahun 2020 yang lalu, konsumsi beras perkapita pertahun sebanyak 115 Kg/tahun, kebutuhan beras selama tahun 2020 sebanyak 16.481 Ton, sementara ketersedian beras selama tahun 2020 yang dihasilkan kelompok tani sebanyak 23.036 Ton beras. Artinya, Pemerintah kabupaten Nias surplus beras sebanyak 6.555 Ton pada tahun 2020 yang lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00