Oknum LSM P2KN Ditetapkan Menjadi Tersangka Karena Melakukan Pemerasan dan Penipuan

Foto: Press Realerase Polres Nias Selatan

KBRN, Nias Selatan: Tiga orang oknum yang mengaku sebagai anggota KPK dan LSM P2KN (Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) yang bertugas untuk audit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan Negara ditetapkan sebagai tersangka. 

"Dalam aksinya mereka mengaku auditor BPK dan anggota KPK, melakukan pemerasan dan penipuan kepada beberapa kepala sekolah dan kepala desa," ujar Kapolres Nias Selatan, AKBP Arke Furman Ambat, S.I.K., MH. dalam konferensi pers. Sabtu, (06/03/2021). 

Menurutnya, ke 3 (tiga) oknum yang berinisial AA, SIT dan AD telah melakukan aksinya dari tahun 2020 sampai 2021 dan akan dikenakan Pasal 368, Pasal 369, Pasal 378 Jo Pasal 64 dari KUH-Pidana dengan ancaman 9 (sembilan) tahun penjara.

Kronologis kejadian, pada hari Selasa tanggal 02 Maret 2021 sekira pukul 10.00 WIB, ke 3 (tiga) tersangka menjumpai Kepala SD Hilinamoniha untuk melakukan audit investigasi namun mereka diusir. Karena tersangka AD tidak terima dengan pengusiran tersebut, maka ia mengajak ke dua rekannya ke Polres Nias Selatan untuk membuat laporan pengaduan dalam perkara menghalang-halangi anggota Pers dalam pelaksanaan tugasnya. 

Awalnya laporan tersangka ditolak dan disarankan untuk kembali pulang, namun tersangka AD memaksakan diri agar laporannya tetap diterima sehingga ketiga tersangka dibawa ke ruang Sat Reskrim untuk di wawancarai sebelum membuat laporan pengaduan. 

"Ternyata ketiga tersangka tidak dapat menunjukkan legelitasnya sebagai seorang Pers. Penyidik menghubungi Kepala SD Hilinamoniha dan ia menerangkan bahwa AD meminta uang sebesar Lima juta rupiah," ungkap Arke. 

Barang bukti yang diamankan, antara lain uang sebesar Rp. 4.350.000, 1 unit Mobil Merek Kuda Warna Hitam Nomor Polisi BK 1886 FJ, 1 unit Handphone Merek Strawberry warna biru hitam, 1 unit Handphone Merek Oppo warna hitam, 1 unit Handphone Merek Samsung warna hitam, 1 buah Stempel DPP LSM P2KN, 9 lembar Kartu Pengenal milik ketiga tersangka dari berbagai LSM. 

Selain itu, 55 lembar system informasi desa (SID) dari berbagai Desa se Kabupaten Nias Selatan, 49 lembar kertas kosong berlogo DPP LSM P2KN, 33 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim investigator Nasional di 33 Desa yang ada diwilayah Kab. Nias Selatan. 

"Barang bukti lainnya yang kita amankan yakni 32 lembar surat berlogo DPP LSM P2KN yang isinya tulisan tangan mengenai kunjungan kerja Tim investigator Nasional di 32 sekolah yang ada diwilayah Kab. Nias Selatan, 1 potong rompi warna hitam yang terdapat tulisan Pers Divisi Hukum Mabes Polri Korwil Kep.Nias," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00