FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Minta Pemerintah Pusat Agar Segera Mencari Jasad Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ – 182 Asal Nias Utara.

KBRN, Gunungsitoli : Keluarga Besar korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Jakarta Menuju Pontianak, dari Desa Siofabanua Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, meminta agar stakeholder terkait terus melakukan proses pencarian Korban yang terdiri dari istri dan 3 anak dari Yaman Zai.

Tonazaro Zai mewakili Keluarga Besar Yaman Zai kepada RRI mengatakan, bahwa musibah yang di alami oleh Yaman Zai,  sangat menyedihkan dan itu merupakan kehendak sang pencipta.

" Selaku Keluarga dari Yaman Zai, meminta hal  ini tidak di biarkan walaupun  dinyatakan musibah namun perlu perhatian dari Pemerintah Pusat dan stakeholder terkait sehingga nantinya ke empat jasad korban dapat dikebumikan oleh Keluarga " Harap, Tonazaro, Senin (11/1/2021).

Tenazaro menyebutkan, Ke-empat Korban saat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ – 182 asal Kabupaten Nias Utara tersebut :  Arneta Fauzia (Istri Dari Yaman Zai), Zurisya Zuar Zai (12) Umbu Kristiani Zai (10), Fao Nuntius Zai (1) merupakan anak dari Yaman Zai

Hal yang sama disampaikan, Niati Waruwu Adek Ipar dari Yaman Zai,  memohon dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk mencari jasad ke empat korban karena sangat kehilangan akibat musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ – 182 tersebut.

Sebagai bentuk Kepedulian Keluarga besar dari Nias Utara, telah meminta agar Derman Zai adek kandung Dari Yaman Zai,  yang tinggal di Medan untuk pergi ke  Jakarta dan  telah sampai pada Pukul 07.00 Wib pagi tadi, sementara Yaman Zai  tiba ke Jakarta  dari Pontianak pukul 18 Sore ini, guna  melihat lebih lanjut tentang pencarian ke-empat anggota keluarga yang hingga kini belum di temukan.

Perlu diketahui bahwa istri dan tiga anak dari Yaman Zai, tinggal dibekasi Jawa Barat dan pada hari sabtu 9 januari mereka berlibur ke Pontianak, namun akibat jatuhnya pesawat maka hingga saat ini jasad korban belum di temukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00