Sistem Belajar Luring Memaksakan Sejumlah Siswa Belajar Diatas Bukit

Siswa SMP N 2 Idanoi Belajar Serius diatas bukit
Rido Bersama Temannya Belajar diatas bukit

KBRN, Gunungsitoli: Sejumlah pelajar di pedalaman Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, terpaksa belajar diatas bukit untuk mengerjakan tugas sekolah di tengah kebun bersama teman-temannya.

Rido Pratama Gea, salah seorang pelajar kelas VII SMP Negeri 2 Idanoi, kepada Radio Republik Indonesia mengaku terpaksa belajar mandiri karena sekolah tutup dan untuk sementara belajar dengan sistem luring mengerjakan tugas sekolah.

"Kegiatan ini sudah hampir satu bulan kami lakukan dengan melewati perbukitan sejauh 1 kilo meter hanya untuk bisa mengakses jaringan internet agar bisa mengerjakan dan menyelesaikan PR bang," ujarnya, Kamis (13/08/2020).

Ironisnya, Rido bersama teman-temannya tidak memiliki fasilitas berupa Handphone untuk mencari tugas sekolah, beruntung masih ada warga yang memberikan pinjaman handphone untuk mengakses internet.

"Kami masih beruntung ada tetangga yang mau ngasih pinjam handphonenya untuk mengerjakan tugas dari sekolah dan berharap sekolah segera dibuka dan dapat berkumpul lagi bersama para guru dan teman-teman lainya," harapnya.

Pantauan RRI, dengan ditemani satu unit Handphone pinjaman dan perapian sebagai alat untuk mengusir nyamuk, Rido bersama teman-temannya terlihat serius mengerjakan tugas sekolah.

Sementara itu, salah seorang warga, Periaman Gea, yang sering dimintai anak-anak di Desanya mengaku kasihan karena sebagian anak-anak tersebut kesulitan untuk belajar di tengah pandemi Covid-19 ini serta ketidak mampuan untuk memiliki handphone."

Saya kasihan sama anak-anak ini karena kerap dimarahi orang tuanya tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dari sekolahnya dan secara gratis saya berikan yang penting mereka semangat untuk belajar," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00