Rawan Gempa, Kepulauan Kini Memiliki 4 Unit Warning Receiver System

KBRN, Gunungsitoli: Selama tahun 2020 ini  Stasiun Geofisika Gunungsitoli telah memasang peralatan penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami Warning Receiver System (WRS) di 4  lokasi yakni kantor BMKG Gunungsitoli di desa Onowaembo, Kantor Basarnas Nias,  kantor BPBD Kabupaten Nias Selatan dan Kantor Bupati Nias Barat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Gunungsitoli Buha Manupol Simanjuntak, S.Kom menjelaskan WRS merupakan perangkat generasi terbaru yang merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di daerah-daerah Indonesia. Ditambahkannya dengan kepulauan Nias merupakan daerah rawan gempa, maka pemasangan WRS ini sangat strategis terutama bagi stakeholder dan pemangku kebencanaan agar cepat mengambil langkah-langkah penanganan bencana kepada masyarakat.

“Dengan WRS ini akan membantu percepatan penyebaran informasi kepada masyarakat di kepulauan  Nias terutama warga yang ada di pesisir pantai sehingga jika selama ini informasi gempa sampai ke masyarakat sekitar 30 menit maka dengan WRS New Generation ini kita upayakan kurang dari 5 menit”, terang Buha, Rabu (5/08/2020).

Meski sudah ada 4 unit penambahan WRS di kepulauan Nias menurut Buha masih dibutuhkan semakin banyak akan semakin baik namun tergantung keputusan dari BMKG pusat.

“Kami tetap ajukan, semoga kedepannya akan ada penambahan lagi bahkan tidak tertutup kemungkinan kami juga akan pasang di RRI Gunungsitoli”, tambahnya lagi.

Untuk diketahui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 667 gempa tektonik mengguncang sejumlah daerah di Indonesia selama Juni 2020, dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Kepulauan Nias termasuk menyumbang gempa jumlah yang cukup signifikan. Berdasarkan catatan BMKG, ada peningkatan jumlah gempa pada Juni dibanding Mei tahun ini yang sebanyak 557 kali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00