Aktivitas Gempa di Kepulauan Nias Kembali Menurun Pada Periode Ketiga Mei 2020

Aktivitas Gempa Bumi Kepulauan Nias dan Sekitarnya

KBRN, Gunungsitoli: Hasil analisa aktivitas gempabumi di kepulauan Nias dan sekitarnya pada minggu ketiga bulan Mei periode 15 – 21 Mei 2020 menunjukkan telah terjadinya penurunan aktivitas kegempaan jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Berdasarkan hasil monitoring stasiun Geofisika Gunungsitoli terdapat 8 kali kejadian gempabumi pada minggu ketiga bulan Mei 2020 (periode 15 s/d 21 Mei 2020) dibanding dengan jumlah gempabumi pada minggu sebelumnya yakni berjumlah 12 kali.

Pada umumnya kejadian gempabumi di kepulauan Nias dan sekitarnya disebabkan oleh dua faktor. Pertama dikarenakan adanya aktivitas subduksi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari pertemuan lempeng Indo-Australia yang menunjam kedalam lempeng Eurasia yang mana arah penunjamannya di tunjukkan oleh panah bewarna merah, lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia diilustrasikan dengan perbedaan warna biru sebagai lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia berwarna kuning keemasan. Kedua dikarenakan adanya sesar yang berada di kepulauan Nias dan sekitarnya yang dapat menimbulkan gempabumi. 

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Esther Zebua menyebutkan Aktivitas gempabumi yang terekam di Stasiun Geofisika Gunungsitoli pada minggu ketiga Mei 2020 terdistribusi secara merata di jalur sesar sumatera dan di zona subduksi.

“Gempabumi yang tercatat pada magnitudo dibawah 3 sebanyak 2 kejadian gempabumi, kemudian dengan magnitudo antara 3 s/d 4 sebanyak 5 kejadian gempabumi dan pada magnitudo diatas 4 sebanyak 1 kejadian. Pada minggu ketiga Mei 2020 tidak ada kejadian gempabumi yang dirasakan oleh masyarakat Nias”, jelas Esther, Jumat (22/05/2020).

Menurutnya Penurunan jumlah kejadian gempabumi menandakan berkurangnya aktivitas tektonik yang terjadi pada minggu ketiga tetapi tidak menjadi penanda apakah minggu selanjutnya akan ada kenaikan ataupun penurunan aktivitas tektonik, sehingga Ia menghimbau kepada masyarakat Kepulauan Nias dan sekitarnya agar tetap tenang dan peduli dengan kondisi lingkungan sekitar, gempabumi tidak berbahaya asal kita tahu langkah mitigasi dan tanggap bencana khususnya gempabumi dan tsunami serta jangan mudah termakan informasi dan berita hoax dari sumber yang tidak jelas, segala informasi terkait gempabumi dan tsunami yang valid hanya bersumber dari BMKG.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00