Memasuki Bulan Februari 2020, BMKG Catat 5 Kali Kejadian Gempabumi

KBRN, Gunungsitoli: Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Stasiun Geofisika Gunungsitoli Pertama Firzy Reza Gema Ramadhan menyebutkan Hasil analisa data mingguan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika (Stageof) Gunungsitoli untuk periode 31 Januari – 06 Februari 2020 untuk minggu ini meningkat bila dibandingkan dengan data gempa pada minggu sebelumnya. Pada umumnya hal ini disebabkan oleh pelepasan energi dari pertemuan lempeng Indo-Australia yang menunjam kedalam lempeng Eurasia. Kedua lempeng tersebut diilustrasikan dengan perbedaan warna biru sebagai lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia berwarna kuning keemasan.

Diungkapkan Firzy selama Minggu pertama awal bulan Februari 2020, terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Kepulauan Nias dan sekitarnya sebanyak 10 kali kejadian. Jumlah gempabumi yang tercatat mengalami kenaikan dibandingkan dengan gempa pada minggu sebelumnya yang berjumlah 5 kali kejadian gempabumi dimana dari 10 event gempabumi tersebut tercatat 2 kali gempabumi dengan magnitude diatas 4 SR, 4 kali gempabumi antara 3 s/d 4 SR dan 4 gempabumi lainnya dibawah magnitude 3 SR.

“Frekuensinya meningkat dari periode minggu akhir Januari, kami mencatat terjadi 10 kali kejadian, tetapi yang patut disyukuri magnitude gempa masih dibawah 4 SR, semoga Pulau Nias ini tetap aman dari gempa yang berkekuatan besar”, harap Firzy, Jumat (7/2/2020).

Adapun Sebaran pusat gempabumi (episenter) yang terjadi disekitar wilayah kepulauan Nias dan sekitarnya yang berada di laut dan darat masih disebabkan oleh aktifitas zona subduksi antara lempeng indo australia dengan lempeng eurasia.

Menurutnya peningkatan jumlah kejadian gempabumi biasa terjadi dalam aktifitas kegempaan, sehingga Ia  menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan terus waspadaIa juga mengajak untuk  kenali lingkungan,  potensi dan risiko yang ada, agar dapat mengurangi dampak dari kejadian bencana alam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00