Bupati Nias Lantik Sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

KBRN,Gunungsitoli: Bupati Nias Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si melantik dan mengambil sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias di Ruang Serba Guna Lantai III Kantor Bupati Nias, (Jum'at/12/8/2022).

Pelantikan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Nias, Sekda Kabupaten Nias, Para Staf Ahli, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias, Camat se-Kabupaten Nias, Para Rohaniawan, dan undangan lainnya.

Adapun Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik antara lain 

1. Andika Perdana Laoli, SSTP, M.Si Inspektur Daerah Kabupaten Nias (Eselon II-b)

2. Pardin Mozartman Harefa, SSTP, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nias (Eselon II-b),

3. Efori Telaumbanua, ST, M.Si Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Nias (Eselon II-b),

4. Jellysman Berkat Geya, SSTP, M.Si Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Nias (Eselon II-b)

5. Rahmani Oktaviani Zandroto, SKM Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Nias (Eselon II-b)

6. Bernard Nazara, ST, MT Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perhubungan serta Lingkungan Hidup Kabupaten Nias (Eselon II-b)

7. Firmina Amina Halawa, SE Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan serta Ketenagakerjaan Kabupaten Nias (Eselon II-b)

8. Rahmat Chrisman Zai, SSTP, M.Si Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias (Eselon II-b)

9. Joni Harefa, SE Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nias (Eselon II-b)

Dalam arahannya Bupati Nias mengatakan bahwa para pejabat yang dilantik pada hari ini sudah seharusnya berbangga hati, karena Jabatan Tinggi Pratama diseleksi pada saat Kabupaten Nias sedang dalam tahap rintisan pengembangan management ASN berbasis Merit System, sehingga system seleksi terbuka yang dilalui cukup menantang, challenging, melelahkan dan sangat kompetitif.

Kompetisi ini jelasnya semakin ketat apabila peserta seleksi terbuka semakin banyak. beruntunglah kompetitor hanya 17 orang untuk 10 jabatan.

" Tidak banyaknya peserta seleksi terbuka JPT ini ternyata, bukan karena tidak banyak yang ingin mendapatkan jabatan tersebut. Tetapi, tidak banyaknya peserta seleksi terbuka JPT ini pertanda bahwa kultur organisasi kita masih belum percaya. sekarang kita hidup dalam open competition era, belum percaya bahwa seleksi terbuka ini dijamin fairnessnya, belum percaya bahwa setiap PNS berhak dan diberikan kesempatan seluas-luasnya mendapatkan karir tertinggi sesuai kemampuannya, masih banyak PNS kita merasa hidup di zaman spoil systems, ini tentu sangat menantang bagi kita" Ujarnya 

Lebih lanjut dikatakan Bupati, para kepala OPD yang diberikan amanah harus belajar, berpikir dan bekerja keras untuk menunjukkan kemampuan dalam memanage pekerjaan di OPD masing masing, sehingga target tahunan RPJMD, dan target pencapaian indicator kinerja Pemerintah Kabupaten Nias yang dibebankan dapat tercapai. " Saya ulangi, saudara/i harus mampu mencapai target RPJMD, target tahunan dan indicator kinerja yang dibebankan kepada OPD saudara/i " Tegas Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati Nias menyampaikan sejumlah pesan kepada kepala OPD yang di Lantik diantaranya 

1. Setelah dilantik segera melakukan rapat internal kepada seluruh structural dan staf pada OPD, dalam rapat itu perjelas pembagian kerja dan perjanjian kinerja dengan direct reports. Berikan direction yang jelas, terukur dapat dan dapat dipahami.

2. Segera identifikasi gap kebutuhan keahlian dengan keahlian SDM yang ada pada OPD masing masing. Untuk menutup gap tersebut rencanakan dan eksekusi pengembangan SDM pada keahlian yang kurang. Pengembangan dapat dilakukan dengan memberikan clarity tugas yang harus dikerjakan, sincere feedback (umpan balik yang jujur apa adanya), coaching, mentoring and on duty development kepada structural dan staf saudara yang mempunyai skills gap. Usahakan semua program pengembangan tersebut terdokumentasi dalam suatu system yang baik.

3. Segeralah buka komunikasi dengan OPD utama yang terkait dengan pekerjaan anda, dan berkolaborasilah dengan OPD lain yang terkait. Bangunlah networking yang luas baik di Kabupaten/Kota lain, di Provinsi dan di Pemerintah Pusat.

4. Segera lakukan evaluasi terhadap capaian target tahunan RPJMD dan Indikator Kinerja Utama yang menjadi tanggung jawab OPD.

5. Pastikan semua pelayanan public yang dibebankan pada OPD berjalan optimal dan identifikasi proses apa yang harus diperbaiki.

6. Teruslah kembangkan pengetahuan dan keahlian terhadap regulasi, pengetahuan teknis serta metode manajemen mutakhir kepada anggotanya masing masing.

7. Pastikan semua apa yang di lakukan atau diputuskan berdasarkan pada hukum. Apabila ragu terhadap kesesuaian dengan hukum terhadap keputusan atau tindakan, maka gunakan sumberdaya internal sebagai internal advisor anda seperti Bagian Hukum, Inspektorat dan BPKPD sebagai referensi kepatuhan hukum maupun kepatuhan keuangan OPD.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar