Jelang HUT RI Ke-77 Tahun, Setiap Rumah Penduduk Dinilai Masih Minim Pemasangan Bendera Merah Putih

KBRN, Gunungsitoli : Menyambut Hari Ulang Tahun  Kemerdekaan Republik Indonesia pada  17 Agustus 2022, dinilai pemasangan bendera merah putih, umbul-umbul bahkan gapura terasa sepi dirumah-rumah penduduk kecuali instansi pemerintah/ TNI/ Polri, BUMD/BUMN/ sarana sekolah/Perguruan Tinggi.

“Padahal Pemerintah Pusat telah menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Indonesia maupun instansi pemerintah mengibarkan bendera merah putih mulai 01 sampai dengan 31 Agustus 2022’’. Demikian disampaikan salah seorang akademisi kepulauan Nias Dr (Cand) Yaredi Waruwu, S.S.,M.S kepada rri.co.id pada Sabtu (06/08/2022) terkait minimnya pemasangan bendera merah putih di depan rumah warga.

Menurutnya, akhir-akhir ini setiap memasuki bulan Agustus, pihaknya menilai nuansa  kemerdekaan terutama pemasangan bendera merah putih khususnya dilingkungan rumah penduduk  sangat minim.

“Sebaiknya bulan Agustus ini bulan kemeriahan bagi rakyat Indonesia, dengan demikian disinilah pemerintah TNI/Polri harus lebih bersinergi kuat, bekerjasama secara bergotong royong, turun langsung menyisir rumah-rumah penduduk seperti masa dulu, dengan begitu masyarakat tergugah hati  akan perjuangan kemerdekaan Indonesia‘’ ungkapnya.

Untuk itu, melalui moment HUT RI Ke-77 tahun, pihaknya   mengajak seluruh Rakyat Indonesia khususnya masyarakat kepulauan Nias, mari secara bersama-sama  peduli  pemasangan bendera  merah putih sebagai bentuk partisipasi dan penghormatan kita kepada para penjuang kemerdekaan Republik Indonesia. 

Sementara itu, salah seorang Pemuda Nias berprofesi sebagai advokat muda Yulius Laoli, SH, MH. CPL.CPCLE  saat dimintai tanggapannya menyambut HUT RI ke-77 mengatakan bahwa nilai-nilai Kemerdekaan dimaknai sebagai  simbol Keagungan suatu bangsa karena telah menemukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat.

‘’Benar saya juga menilai bahwa minat masyarakat dalam pemasangan bendera merah putih akhir-akhir ini mulai pudar karena  makna dan nilai simbol keagungan itu pudar seiring berkembangannya zaman dan Teknologi yg independensi, sehingga masyarakat lupa akan nilai perjuangan dalam mendapatkan keagungan itu, untuk itu marilah gelorakan kembali semangat kemerdekaan kita" menutup wawancarnya dengan RRI.  ( VIC/MH)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar