Hari Keluarga Nasional, KDRT Masih Membayangi Perempuan di Kepulauan Nias

Koordinator Pesada Wilayah Tapteng Nias Berliana Purba

KBRN, Gunungsitoli: Ditengah peringatan hari keluarga nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni setiap tahunnya, ancaman kekerasan dalam rumah tangga masih membayangi perempuan-perempuan di berbagai tempat.

Koordinator Pesada  Wilayah Tapteng Nias, Berliana Purba mengatakan sepanjang tahun 2021 pihaknya sudah menangani sebanyak 60 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sedangkan tahun 2020 yang lalu sebanyak 68 kasus.

Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT) ungkapnya dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan seperti kondisi ekonomi serta perselingkuhan.

“Inilah Data yang kami miliki di Women Crisis Center Pesada, itu baru yang kami tangani, tentu juga ada yang ditangani oleh lembaga lainnya.Berdasarkan pengalaman kasus yang kami dampingi KDRT terjadi karena komunikasi yang tidak setara antara suami dan istri selain karena perilaku selingkuh, judi dan mabuk,” ungkapnya, Rabu (29/6/2022).

Korban yang datang biasanya akan dikonseling lalu ditanya maunya apa, pihaknya akan memberikan opsi yang bisa dipilih sendiri oleh korban.

“Kita tanya ke korban maunya apa? apa hanya mau kasih efek jera atau dilaporkan ke pihak kepolisian atau mau cerai. Umumnya sih mereka ingin diproses secara hukum. Namun memang di tahun 2022 ini kasus-kasus KDRT yang kami tangani itu lebih banyak yang dimediasi oleh keluarga besar,” ucapnya.

Sementara itu Meiyanti Telaumbanua Staf Lapangan Pendamping Korban Kekerasan mengungkapkan ia kerap pilu melihat nasib sesamanya yang diperlakukan secara tidak adil. Salah satu yang ia damping adalah seorang perempuan di kabupaten Nias Selatan.

“Saya pernah mendampingi korban dari kecamatan Lahusa, 17 tahun ia mengalami KDRT, badannya sampai babak belur bahkan anaknya yang sudah SMP juga babk belur. Ketika permintaan suaminya tidak dipenuhi, maka ia akan dicampuk menggunakan kabel listrik,” tuturnya miris.

Pesada sendiri merupakan lembaga penguatan perempuan akar rumput yang berdiri tahun 2010 dan berada di kepulaun Nias tahun 2005 hingga sekarang dengan mendampingi kelompok-kelompok perempuan di desa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar