Produksi Kerajinan Anyaman Berbahan Dasar Zinasa

KBRN, Gunungsitoli: Hingga saat ini usaha kerajinan anyaman berbahan dasar zinasa atau daun pandan yang diproduksi oleh Usaha D&D milik Dina Waoma atau Ina Dian Duha masih tetap eksis.

Produksi kerajinan anyaman berbahan dasar zinasa atau daun pandan ada yang sudah jadi dalam bentuk tikar, hiasan dinding, bola nafo dan lainnya dan cukup banyak dibuat. Semuanya tersimpan apik dalam etalase untuk menjaga keutuhan warna.

"Produksi kerajinan ini terbuka bagi siapa saja yang berminat untuk membelinya. Tapi di satu sisi, semua hasil kerajinan ini membuat saya memiliki kepuasan tersendiri sudah ikut melestarikan budaya daerah Nias," kata Dina Waoma, Minggu (22/06/2022).

Selama ini Ia juga membimbing putrinya Stefany Miranda Duha untuk meneruskan keahlian dan mengembangkan bakat tersebut, dan bersyukur Miranda mewarisi keahlian kerajinan tangan khas Nias.

"Saya benar-benar menempa Miranda untuk itu, supaya kerajinan anyaman khas Nias ini tetap lestari. Kan jika bukan generasi muda maka siapa lagi yang akan meneruskan budaya ini. Bola nafo khas Nias, tikar motif Nias, hiasan dinding khas Nias dan banyak lagi yang harus dipertahankan keberadaannya," kata Dina.

Ia berharap Usaha D & D tetap eksis, bisa lebih maju, lancar dan berkembang. Lebih banyak dikenal di berbagai daerah lainnya melalui acara pameran misalnya, dan mampu bersaing dan memperkaya motif kerajinan anyaman dari daerah Nias.

Ditanya suka duka selama menjalankan usaha ini, ungkap Ina Dian Duha, lebih banyak sukanya karena menjawab keinginan hati yang terbesar untuk melestarikan budaya Nias.

"Namun dibalik ini semua, terhitung sejak tahun 2002 merintis usaha, kami juga merasakan kenaikan omzet yang pasang surut, terlebih saat pandemic melanda, puji syukur perlahan-lahan mulai normal kembali," tutup Dina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar