Jelang Idul Adha, PMK Mengancam, Pemasukan Ternak Dari Luar Daerah Dibatasi

Monitoring dan Sosialisasi PMK di Nareswara Farm Desa Teluk Belukar Kecamatan Gunungsitoli Utara

KBRN, Gunungsitoli: Jelang hari raya Idul Adha bulan Juli mendatang kebutuhan ternak sapi, kerbau dan kambing di kepulauan Nias dipastikan meningkat. Sejauh ini kebutuhan ternak tersebut belum dapat disuplai oleh daerah sehingga dilakukan import dari daerah di wilayah Sumatera Utara.

Namun dengan adanya ancaman penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) import ternak dari luar terancam gagal karena upaya mencegah penyakit tersebut masuk ke kepulauan Nias akibat lalu lintas ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli, Darmawan Zagoto mengatakan hal ini memang menjadi dilemma untuk itu pihaknya sudah mengundang pihak mesjid untuk berdiskusi.

“Dilema memang, ini antara resiko dan kebutuhan, makanya kita sudah meminta data diwilayah mana saja sudah dilakukan pemesanan hewan kurban supaya kami bisa berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kesehatan ternak dari wilayah tersebut,” ucapnya, Minggu (23/5/2022).

Populasi Ternak Sapi di Kota Gunungsitoli Masih Minim

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli Ediroto Zebua mengatakan ketersediaan ternak sapi kerbau atau kambing di kota Gunungsitoli sangat minim.

“Kita sudah melakukan pendataan dan populasi sapi sekitar 95 ekor, kerbau 16 ekor dan kambing kurang lebih 200-300 ekor, namun tidak semua layak potong Karena masih kurang umur dan dan peternak menyisakan sebagian untuk dikembangbiakkan,” pungkas Ediroto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar