Surat Rekomendasi Pembelian Solar Terus Digulirkan Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli Untuk Membantu Nelayan Memperoleh Bahan Bakar

KBRN, Gunungsitoli: Sejak dikeluarkan Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Eceran BBM dan Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi RI nomor 17 2019 tentang Penerbitan Surat rekomendasi Perangkat Daerah untuk Pembelian jenis BBM tertentu, puluhan surat rekomendasi pembelian jenis solar dikeluarkan Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli untuk membantu nelayan memperoleh bahan bakar.

"Perlu kami informasikan dahulu bahwa ini bukan pelarangan oleh Pemerintah tetapi memang ada aturan dari Pertamina yang mewajibkan bahwa dalam pengambilan bahan bakar ini, baik itu bensin maupun solar harus melalui wadah yang terbuat dari logam. Nah ini memang aturannya dan setelah kita komunikasikan dari Pertamina, aturan ini ternyata sudah lama dan ini memang dari ketentuan Pertamina melalui BPH MIGAS. Hanya mungkin baru-baru inilah mulai diterapkan di Kepulauan Nias sehingga mereka memperketat tatacara pengambilan BBM dengan alasan yang logis karena seandainya jika warga mengambil melalui wadah plastic, itukan masih ada listrik statisnya, jadi ini murni untuk prosedur keamanan SPBU, dan mereka memperhatikan itu. Sekali lagi saya tegaskan ini bukan factor kesengajaan dari Pemerintah untuk mempersulit para nelayan, dan oleh karena itu kami menghimbau semua pihak untuk menghargai aturan yang telah ditetapkan pihak Pertamina,” jelas Mario Zebua Kepala Dinas Perikanan kota Gunungsitoli, Kamis (19/05/2022).

Menyikapi hal itu pihak Dinas Perikanan kota Gunungsitoli berkoordinasi dengan manager Pertamina melalui SBM Pertamina Dani Sanjaya dan bersepakat mengeluarkan rekomendasi ini kepada seluruh nelayan yang dibuktikan antaralain dengan KTP/ Kartu nelayan KUSUKA dan verifikasi di lapangan melalui penyuluh perikanan agar mereka diperbolehkan untuk mengambil BBM baik itu bensin ataupun solar di SPBU tetapi dengan syarat menggunakan wadah logam. Artinya, dalam pengambilan BMM ini khusus jenis pertalite dan bio solar bersubsidi.

"Pada awalnya saja terdapat sebanyak 30 surat rekomendasi dikeluarkan oleh Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli untuk kemudahan para nelayan mendapatkan bahan bakar. Karena nelayan kita ini kan terdiri dari nelayan pesisir yang melaut dalam waktu sehari. Ada juga nelayan yang melaut berhari-hari di laut. Jadi rekomendasi ini ada masa berlakunya dan kita tetapkan rekomendasi ini berlaku dalam waktu satu bulan. dalam satu bulan tersebut, misalnya saja jika yang melaut dalam perjalanan jauh maka 4 kali jalan/ 4 kali minggu, tentu kita juga menghitungnya, karena ketika kita mengeluarkan surat rekomendasi kita juga meminta data-data kapal nelayan yang bersangkutan seperti mesinnya berapa, kapalnya berapa gross ton, melautnya kemana, sehingga alokasi BBM yang kita anggarkan dapat sesuai dengan kebutuhan nelayan sehingga bervariasi. dan diketahui kebutuhan tersebut rata-rata 800 liter per 1 bulan, 4 kali melaut, atau 200 liter setiap melakukan perjalanan, dan sudah tentu berbbeda dengan kebutuhan nelayan pesisir, rata-rata kebutuhan diketahui 5 liter,” ungkap Mario.

Berdasarkan data yang dimiliki terdapat sebanyak 150 kapal dari ukuran 1-5 GT di perairan kota Gunungsitoli. Sudah tentu, penerbitan surat rekomendasi akan dikeluarkan sebanyak itu, surat rekomendasi ini diberikan kepada pemilik kapal bukan kelompok nelayan.

“Namun demikian, barangkali jika masih  nelayan yang belum mendapat informasi ini, tidak ada masalah dan jangan merasa dipersulit, silakan saja datang ke Kantor Dinas perikanan Kota Gunungsitoli dengan membuktikan pendukung profesi sebagai nelayan misalnya memiliki kartu KUSUKA ataupun diakui oleh penyuluh perikanan di lapangan, maka kita siap membantu untuk mengeluarkan surat rekomendasi dimaksud,” tutup Mario.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar