Merasa Dihipnotis, Seorang Penjual Gorengan Kehilangan Jutaan Rupiah

Hasil Tangkapan Layar CCTV Saat Pelaku Membonceng Korban Menuju Rumah Untuk Mengambil Uang

KBRN, Gunungsitoli: Ernitalin Harefa atau Ina Denis Manik tidak pernah membayangkan akan menjadi korban kejahatan hipnotis. Mengapa Hipnotis, karena ia merasa tidak sadar saat ia dengan mudahnya menyerahkan uang sebesar Rp.1.350.000 rupiah kepada pelaku.

Kepada rri.co.id Ina Denis yang baru bersedia diwawancara pasca beberapa hari setelah kejadian menuturkan saat itu ia sedang melakukan aktifitas sebagai penjual gorengan di Sifalaete depan GBI KA Nias atau depan doorsmeer CG.

Seorang pria menggunakan motor berbaju batik dengan perawakan pendek menghampirinya dan langsung bertanya soal bantuan. Pria itu mengajaknya bicara dengan gaya yang sangat akrab seolah sudah kenal lama dan bercerita tentang bantuan hampir setengah jam. Ina Denis manut saja ketika pria tersebut mengatakan ada uang administrasi yang harus ia bayar dan bahkan mengantarnya ke rumah mengambil uang.

“Mendengar penjelasannya sebenarnya banyak hal yang janggal tapi mulut saya seperti terkunci sehingga pertanyaan saya itu tidak bisa terucapkan, saya tidak sadar yang saya lakukan, saya menurut saja waktu dia bilang kasih uang untuk biaya administrasi, juga waktu yang kerja sama saya memberikan HP, kami kaya dihipnotis,” ungkapnya, Jum’at (26/11/2021)

Kesadaran bahwa ia menjadi korban penipuan muncul beberapa menit setelah pria tersebut pergi sambil mengumbar janji akan segera menghubungi kembali. Total ia kehilangan uang sebesar Rp. 1.350.000 dan 1 unit hp android.

“Memang tega betul orang ini yah, ga kasian sama saya yang jual gorengan, saya kumpul-kumpul uang itu malah diambil sama dia, biar Tuhan lah yang balas sama dia,” ucapnya pasrah.

Meski sudah melapor ke pihak berwajib hingga kini pelaku belum bisa ditemukan, rekaman cctv tidak bisa mendokumentasikan dengan jelas plat motor yang digunakan dan wajah si pelaku.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar