Ivan Laoly: Berjualan Kelapa Bakar Omsetnya Lumayan

KBRN: Jika melihat sebuah lapak kecil di pinggir jalan Pattimura Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli, yang tidak jauh jaraknya dari Kantor KP2KP Gunungsitoli, anda bisa menikmati minuman kesehatan Kelapa Muda Bakar.

Pemiliknya sangat ramah dan akrab dipanggil dengan nama Bang Ivan Laoly.

Lapak itu diberi nama Ba Lalu, sudah tercantum di selembar spanduk berukuran sekitar 1 x 2 meter yang ditempelkan di depan lapak, namun karena sering terkena asap hitam membuat tulisannya agak kabur jika dilihat dari jauh.

"Ya saya mulai berjualan di lokasi ini saya rintis sejak setahun yang lalu, bulan Oktober depan genap 1 tahun saya berjualan kelapa bakar disini," ungkap Ivan Laoly.

Berjualan kelapa bakar ternyata cukup mendatangkan omset yang lumayan.

"Saya pilih usaha ini yah karena saya optimis pembelinya ada saja yang datang setiap hari,  mungkin juga yah karena masyarakat sebagian besar sudah banyak yang tahu manfaat mengkonsumsi kelapa bakar ini", ujar Ivan Laoly.

Tidak sekedar memiliki manfaat seperti kelapa muda biasa, akan tetapi ada tambahan lain dari manfaat air kelapa bakar ini seperti pengobatan batu ginjal, diabetes militus dan lain sebagainya.

"Tapi syukurlah ya dimasa pandemi ini, pendapatan saya malah meningkat. Dalam 1 hari bisa terjual 30-40 butir kelapa bakar ini. Cukup membayar Rp.10.000 per butir. Anda sudah bisa menikmati manfaatnya," jelas Ivan Laoly.

Sejak pagi saat membuka lapaknya, Ivan Laoly terlebih dahulu menyiapan peralatan yang digunakan untuk proses pembakaran kelapa muda. Proses pembakarannya cukup lama sekitar 2 jam.

"Jadi sebelum pembeli datang, kelapa-kelapa ini sudah saya masukkan terlebih dahulu dalam tong pembakaran mengingat prosesnya butuh waktu lama, ketika pembeli datang, saya tinggal bantu mengupas kulit luar/ sabut kelapa dan membuka penutup bagian atas dari buah kelapa. Pembelinya biasanya langsung bawa ke rumah, jarang juga nongkrong di warung karena nunggu air kelapa nya dingin juga kan agak lama ya, tapi saya bukan melarang pembeli duduk di warung loh," tutup Ivan. IDA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00