Jajaran Kodim 0213/Nias Gelar Komsos Cegah Radikalisme Dan Saparatisme

KBRN,Gunungsitoli : Dalam mencegah Radikalisme dan Saparatisme, jajaran Kodim 0213/Nias menggelar kegiatan pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme tahun 2021 dengan mengusung tema : “ Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme / Separatisme ”.

Acara yang digelar di Aula Aswar Makodim 0213/Nias mengundang para tokoh agama, dari unsur pemerintah, pihak Kepolisian, dan juga mahasiswa serta organisasi kepemudaan.

Dalam sambutan Dandim 0213/Nias Letkol Inf Martky Jaya Perangin Angin yang dibacakan Pabung Kodim 0213/Nias Mayor Inf.Hezaro Gulo, mengatakan bahwa pembinaan komsos cegah tangkal radikalisme dan separatisme yang diselenggarakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman terhadap bahaya radikalisme/separatisme bagi segenap komponen bangsa serta terwujudnya kerjasama antara TNI-AD dengan segenap komponen bangsa dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila melalui peningkatan pemahaman wawasan kebangsaan bela negara dan keagamaan demi menjaga keutuhan NKRI.

“ Pembinaan komsos cegah tangkal radikalisme/separatisme ini, perlu dijaga dan terus ditingkatkan, sehingga menumbuhkan kepedulian dan kepekaan kita terhadap bahaya yang akan ditimbulkan oleh terorisme separatisme, sehingga diharapkan dapat mencapai kesepahaman dan persepsi yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI serta mempertahankan Pancasila sebagai ideologi Negara " Ujarnya.

Sementara Abdul Majid Chaniago., S.E, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Kota Gunungsitoli menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kodim 0213/Nias yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud komitmen semua dalam memerangi berkembangnya faham radikal di daerah. 

Sebagaimana kita sadari bersama bahwa dewasa ini gerakan radikalisme dan terorisme telah merebak diberbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia yang menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran kita semua mengingat gerakan tersebut dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan kebrutalan untuk menunjukkan eksistensi mereka.

“ Bagi kita bangsa Indonesia, gerakan tersebut tentu saja sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila, sehingga diperlukan upaya sungguh – sungguh dalam memerangi faham tersebut untuk dapat tertangani secara efektif’’. Ucapnya.

Ia melanjutkan, harapan kita semua, semoga melaui kegiatan ini akan menyatukan langkah dan komitmen bersama dalam memerangi gerakan radikalisme/separatisme yang dapat timbul didaerah ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00