Demi Nias Yang Selalu Terang, JPKP Kepulauan Nias Dampingi Petugas Tebang Tanaman Yang Mengganggu Jaringan Listrik

JPKP Dampingi Kegiatan Penebangan Tanaman Yang Mengganggu Jaringan Listrik

KBRN, Gunungsitoli: Demi mewujudkan Nias selalu terang, Koordinator Wilayah JPKP Kepulauan Nias Imansius Telaumbanua inisiasi berikan edukasi kepada masyarakat untuk merelakan tanaman yang menganggu jaringan listrik ditebang.

Iman menuturkan sebenarnya upaya penebangan tanaman yang mengganggu jaringan listrik sudah dilakukan oleh Petugas PLN namun menemui kendala dilapangan dimana pemilik tanaman menolak ditebang jika tanpa ganti rugi//

Untuk itu JPKP kepulauan Nias langsung menemui warga dan memberikan pemahaman tentang pentingnya membersihkan jaringan listrik dari tanaman yang berpotensi menyebabkan pemadaman listrik apalagi saat cuaca hujan dan angin kencang.

“Saya sendiri langsung damping petugas PLN menebang pohon-pohon warga yang mengganggu jaringan listrik. Hari gini jangan lagi perintisan atau sekedar memangkas, karena sebentar lagi akan tumbuh dan mengganggu, kita arahkan untuk langsung ditebang makanya kita juga langsung turun ke masyarakat memberikan pemahaman,” jelas Iman, Kamis (16/9/2021).

Seperti hari ini ia mendampingi petugas melakukan penebangan tanaman di desa Dahana kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Dikawasan ini ada puluhan pohon yang wajib ditebang mengingat jika dikawasan ini ada gangguan maka listrik di inti kota akan mengalami pemadaman

“Sejak dimulai pada hari Senin yang lalu, sudah ada sekitar 17 pohon milik warga yang ditebang, kami mulai dari kecamatan Gunungsitoli Idanoi yang ada  PLTG dan menyasar ke arah inti kota, selanjutnya juga di Teluk dalam hingga Lolowau kabupaten Nias Selatan dan mulai dari Faekhu hingga Moi, ada teman-teman JPKP yang akan mendampingi,” ucapnya.

Warga yang tetap bersikeras menolak tanamannya ditebang akan dilewati dulu dan lanjut ke tanaman warga lainnya, ia sendiri akan kembali melakukan edukasi bagi warga yang menolak dan menuntut ganti rugi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00