PKPA: Hari Anak Nasional Sebagai Refleksi Untuk Memikirkan Kepentingan Terbaik Anak

Manager PKPA Cabang Nias Chairidani Purnamawati S.H

KBRN, Gunungsitoli: Tema Hari Anak Nasional Tahun 2021 adalah Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Namun Bagi Manager PKPA Cabang Nias Chairidani Purnamawati S.H tema ini belumlah terwujud bagi anak-anak Indonesia khususnya anak-anak di kepulauan Nias.

Kepada rri.co.id yang mengkonfirmasinya Dani panggilan akrabnya mengatakan kasus-kasus pelanggaran hak anak masih terjadi hingga kini didominasi oleh kasus kekerasan kepada anak, kasus Pekerja Anak serta kasus gizi buruk dan gangguan kesehatan lainnya.

“Berdasarkan pendampingan yang kami lakukan sejak tahun 2004 yang silam, kasus-kasus pelanggaran hak anak atau perlindungan hak anak di kepulauan Nias jauh lebih komplit dibanding daerah lain. Setiap tahun kasus yang sama tetap muncul yang menandakan belum ada upaya serius untuk penanganannya,” ucap Dani, Jum’at (23/7/2021).

Untuk kota Gunungsitoli menurut Dani sudah selangkah lebih maju, Pemerintah melalui Dinas P5A cukup pro aktif dalam memperjuangkan hak-hak anak bahkan saat ini akan segera membentuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Kalau kabupaten Nias Selatan sudah memiliki P2TP2A yang berusaha menangani kasus-kasus anak demikian juga Kabupaten Nias Utara sedangkan kabupaten Nias barat, kita sama sekali tidak melihat ada geliat dari pemerintah untuk menangani kasus-kasus anak,” imbuh Dani.

Maka menurutnya jika ingin gerakan perlindungan anak dilakukan secara massif pemerintah harus memiliki strategi untuk menggandeng kepala-kepala desa sekepulauan Nias untuk sama-sama bergerak untuk mengeliminasi kekerasan-kekerasan yang terjadi selama ini di wilayahnya masing-masing.

Maka Hari Anak Nasional tahun 2021 ini bagi Dani seharusnya menjadi refleksi bagi semua pihak khususnya pemerintah pusat hingga daerah untuk tidak hanya memikirkan pembangunan infrastruktur namun juga memikirkan pengembangan pembangunan pemberdayaan anak-anak.

“Saya sih berharap setiap peringatan hari anak tidak sekedar seremonial belaka namun benar-benar menjadi hari Anak dimana anak menjadi tamu yang dilayani bukan melayani,”pungkas Dani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00