Tanah Wakaf Potensi Besar Pendanaan Umat Yang Harus Disertifikat

Peninjauan salahsatu lokasi tanah wakaf di kecamatan Gunungsitoli Utara

KBRN, Gunungsitoli: Sertifikat tanah wakaf merupakan salah satu bukti adanya peralihan hak antara pewakaf dengan nazhir yang memberikan kepastian  dan perlindungan hukum terhadap tanah yang telah diwakafkan. Namun kenyataannya masih banyak ditemukan tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat.

“Untuk keberadaan tanah wakaf yang masih belum memiliki sertifikat ini, pihak Kantor Urusan Agama (KUA)  Kecamatan Gunungsitoli Utara bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Gunungsitoli dan Badan Pertanahan Nasional, akan mengadakan peninjauan kembali di beberapa titik tanah wakaf guna kepengurusan kelengkapan surat-suratnya,” ujar Amir Sidik Harefa Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan Gunungsitoli Utara, Senin (14/06/2021).

Untuk perkembangan hingga saat ini, disamping beberapa tanah wakaf yang sudah terealisasi pengukuran oleh pihak Badan Pertanahan Nasional, juga masih terdapat beberapa tanah wakaf yang belum lengkap surat-surat administrasinya. Dalam hal ini, ungkap Amir Sidik, tanah wakaf ini keberadaannya tidak dapat lagi dipertanggungjawabkan, beberapa diantaranya juga diakibatkan berbagai hal. Faktor-faktor yang menyebabkan belum didaftarkannya beberapa tanah wakaf  diantaranya tidak lengkapnya dokumen bukti kepemilikan tanah wakaf, alih-alih lagi pemilik/pewakaf sudah meninggal dunia.

“Sementara itu, dari 3 dusun di desa Olora ada sekitar 24 titik tanah wakaf yang belum tersertifikat, kemudian di wilayah desa Afia ada 4 titik, yang terbanyak ada di desa Teluk Belukar bahkan ada satu masjid di lokasi itu yang posisi tanah wakafnya sedang dalam kepengurusan, itulah yang sedang kita jejaki,” jelas Amir.

Pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan pihak Badan Kemakmuran Masjid BKM setempat untuk pembicaraan lebih lanjut di tingkat lingkungan BKM dan Kepala Desa.

“Harta benda yang diwakafkan harus didaftarkan kepada pejabat terkait, dan pembuatan sertifikat tanah wakaf  merupakan salah satu bentuk upaya perlindungan terhadap tanah wakaf sebagai asset public,” tutup Amir. IDA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00