Pemasukan Ternak Babi di Kota Gunungsitoli, Hasil Uji Lab Tidak Lagi Diwajibkan

Instruksi Walikota Gunungsitoli Nomor 520/1/Diskeptan/2021 tentang Pemasukan Ternak Babi ke wilayah Kota Gunungsitoli

KBRN, Gunungsitoli: Menyikapi langkanya ternak/daging babi di kota Gunungsitoli, pemerintah kota Gunungsitoli telah menerbitkan instruksi walikota Gunungsitoli Nomor 520/1/Diskeptan/2021 tentang Pemasukan Ternak Babi ke wilayah Kota Gunungsitoli.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli melalui Kepala Bidang Peternakan, Ediroto Zebua mengatakan dengan adanya instruksi walikota ini maka kini ternak babi yang masuk ke kota Gunungsitoli tidak lagi diwajibkan memiliki hasil uji lab cukup melengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan, Sertifikat Kesehatan Hewan dan Rekomendasi Pemasukan ternak babi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli. Sebelumnya pemasok ternak babi diwajibkan melengkapi dokumen uji Lab, namun pengusaha mengeluh karena prosedurnya yang rumit dan biaya yang tidak sedikit.

“Sejak aturan ini direvisi maka mulai banyak pengusaha yang memasok ternak babi ke Kota Gunungsitoli, namun karena memang kebutuhan warga sangat tinggi jumlahnya tetap saja tidak mencukupi sehingga harga masih relative tinggi di kisaran 100 ribu/kilogramnya,” jelasnya, Kamis (15/4/2021).

Lagi pula sumber ternak babi yang diambil dari lokasi di Lampung kini juga stocknya mulai menipis sehingga frekuensi pemasukan ternak babi pun semakin berkurang terang Ediroto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00