Berdonasi Demi Kehidupan Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias

KBRN, Gunungsitoli: Sejak pandemic covid-19 Museum Pusaka Nias terseok-seok untuk bisa terus eksis, demikian pengakuan Direktur Museum Pusaka Nias, Nata’alui Duha kepada rri.co.id

“Sampai sekarang pun pemasukan yang diterima Museum Pusaka Nias tidak bisa memenuhi biaya operasional Museum, berapa lah retribusi yang kami pungut dari pengunjung, bahkan tidak bisa membayar tagihan listrik sebesar Rp.10 juta setiap bulannya,” ungkap Nata’alui, Sabtu (20/10/2021).

“Tahun lalu kita masih terima donasi dari beberapa pihak yang terbeban, saya juga ada beberapa kali ikut webinar, lumayan lah untuk membantu museum tetap “hidup”, namun tahun 2021 benar-benar kosong tidak ada donasi, kita kan tidak mungkin meminta orang donasi terus ke kita,” ucapnya lirih.

Maka ketika Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) memberi donasi sebesar Rp.100 juta baginya ini adalah pertolongan yang sangat tepat. Berkat komunikasi yang terus dibangun dengan HIMNI, akhirnya HIMNI terbeban untuk menggalang dana dan memberikannya untuk keberlangsungan Museum Pusaka Nias.

“Kami tidak melihat besar atau kecilnya donasi, tapi ini bentuk partisipasi masyarakat untuk mendukung keberadaan Museum ini, karena museum pusaka Nias bukan milik kabupaten Nias atau Kota Gunungsitoli atau kabupaten manapun tapi ini milik kepulauan Nias,” tegasnya.

Nata’alui memastikan donasi itu akan dialokasikan untuk membiayai berbagai kebutuhan di Museum Pusaka Nias. Tidak untuk membangun gedung baru atau menambah fasilitas baru di MPN. Harapannya pandemic bisa benar-benar usai, agar Museum yang dipimpinnya bisa berdenyut kembali menguntai asa untuk terus eksis bagi masyarakat Nias.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00