PKP2B STIE Pembnas Nias Gelar Seminar Kepariwisataan

KBRN Gunungsitoli : Guna meningkatkan dunia kepariwisataan dimasa  pandemi covid 19 dikepulauan Nias yang terus melanda dunia,  Pusat Kajian Pengembangan Pariwisata dan Budaya ( PKP2B) STIE Pembangunan Nasional menggelar Seminar melalui daring dan luring pada Senin (30/08/2021) bertempat diaula STIE Pembnas Nias.

Pada laporan Ketua Tim Pelaksana Peringatan Harefa,  S.E,  M.M mengatakan  Kegiatan seminar ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pariwisata agar lebih berkembang dan berpeluang mengembangkan pariwisata dimasa pandemi covid 19. 

"Selama pandemi  covid 19 menunjukkan dunia pariwisata menghadapi perubahan, untuk itu  PKP2B STIE Pembnas membantu pemangku kepentingan wisata untuk mendorong lebih mengoptimalkan kesempatan berwisata" ujarnya.

Melalui Seminar webinar ini mengusung tema Peluang dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kepulauan Nias di Masa Pandemi Covid 19.

Sementara itu,  dalam arahan sekaligus membuka secara resmi seminar daring dan luring oleh  Ketua STIE Pembnas Desman Serius Nazara,  S.E,  M.M mengatakan  Seminar ini sebagai bentuk pengabdian STIE Pembnas kepada pelaku wisata salah satunya melaksanakan seminar yang di ikuti oleh pemangku wisata. 

"melalui materi yang disajikan oleh narasumber mampu kita implementasikan dilingkungan destinasi wisata" harapnya.

Adapun narasumber pada seminar ini diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Profinsi Sumatera Utara Zumri Sulthony,  S.Sos,  M.Si (zoom meetting),  Kepala Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli Meiman K.Harefa,  S.Sos,  MSP,  Dosen Falkultas pariwisata Universitas pelita harapan Dr. Meitolo Hulu,  S.ST,  M.Si,   korwil PHRI kepulauan Nias Herwil Junaidi, S.E,  M.M,  Yuterlin Zalukhu,  S.Sos ( Moderator) sekaligus ketua PKP2B STIE Pembnas.

Selain itu,  seminar tersebut diikuti oleh Unsur Pimpinan STIE Pembnas, Dosen,  organisasi kemahasiswaan BEM dan MPM STIE pembnas  kepala Desa,  pelaku wisata,  pemerhati wisata,  putri pariwisata kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00