Libatkan Generasi Muda, Sanggar Solai Lestarikan Budaya Nias

Sanggar Solai Ciptakan Berbagai Tari Kreasi Baru Nias

KBRN, Gunungsitoli: Beranjak dari kerinduan untuk memberikan wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat seni Sanggar Solai pun dibentuk.

Hal itu disampaikan Pembina dan Penanggung jawab Sanggar Solai, Yunus Gea  sebagai latar belakang terbentuknya Sanggar Solai baru  pada pertengahan bulan Maret 2021.

Menurut Yunus, meski baru seumur jagung namun sanggar Solai sudah menciptakan Beberapa Tari Kreasi Baru dan juga beberapa tari yang sudah familiar seperti Tari Ya’ahowu Tari Moyo ataupun tari sekapur sirih. Dengan adanya sanggar solai perhatian anak-anak muda bisa teralihkan dari gadget dan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat.

“Ini upaya kami untuk memberikan wadah bagi anak-anak muda mempelajari seni budaya dan melestarikannya sekaligus membuat mereka meninggalkan kegiatan gaming yang kini sudah menjadi hobby anak-anak muda,” ucap Yunus prihatin.

Diungkapkannya untuk melatih personil sanggar Solai yang berada di Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara ini Yunus dibantu oleh 2 orang pelatih dan 1 orang coordinator lapangan.

“Kedepan kami juga akan mengajar anak-anak, sekarang ini baru menyasar remaja, harapannya remaja ini nanti bisa menjadi memimpin kelompok seni lainnya sehingga terjadi regenerasi,” sambungnya.

Salah satu hasil karya Sanggar Solai adalah Lagu perjuangan kemerdekaan kolaborasi lagu onogauko, maena Nias, musik tradisional Nias yang berkolaborasi dengan Band Solai dan menjadi penampilan khusus pada Acara nada dan puisi kemerdekaan yang dihelat oleh RRI dan disiarkan di Pro 3 dan radio visual rri net serta live youtube channel rri net official yang ditayangkan pada tanggal 17 Agustus 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00