Pengembangan Kawasan Situs Megalit Tundrumbaho Di Nias Selatan Diharapkan Berjalan Sesuai Rencana

Sumber: dokumentasi Kepala Desa Lahusa Idanotae, Yasozatulo Telaumbanua

KBRN, Nias Selatan : Masyarakat desa Lahusa Idanõtae kecamatan Idanõtae kabupaten Nias Selatan menyambut gembira atas perhatian pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mengembangkan situs megalit Tundrumbaho yang ada di desa tersebut.

Perhatian tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, dr. Ria Novida Telaumbanua, ke lokasi situs megalit tersebut untuk kedua kalinya pada akhir Mei 2021 lalu. Pada kunjungan kali ini, dr. Ria Novida Telaumbanua membawa serta para konsultan dari Medan untuk melakukan pengukuran lokasi situs ini.

“Tepatnya tanggal 31 Mei 2021. Sebelumnya, ibu kadis Pariwisata Sumut sudah datang kesini waktu bulan November tahun lalu. Ini kunjungan yang kedua kali dan merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat agar kawasan situs megalit Tundrumbaho dikembangkan,” ungkap Kepala Desa Lahusa Idanõtae, Yasozatulõ Telaumbanua, S.Pd, Rabu(2/6/2021).

Menurut Yasozatulõ, pada kunjungan sebelumnya, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat telah menyampaikan usulan pengembangan kawasan situs megalit Tundrumbaho dengan anggaran mencapai 600 juta Rupiah. 

Anggaran ini diperuntukkan membangun pagar batu setinggi 1,2 meter disekeliling situs seluas 100x25 meter tersebut. Pembangunan direncanakan akan mulai dilaksanakan bulan Juli 2021 mendatang.

“Kalau besi tidak ada marwahnya karena masa kuno kan belum ada besi. Jadi kita upayakan mempertahankan keaslian situs itu,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemkab Nias Selatan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga juga mendukung pengembangan situs megalit Tundrumbaho dengan membangun fasilitas pendukung seperti menara foto, gazebo, toilet dan parkiran yang rencananya juga dimulai pertengahan tahun 2021 ini.

Pemerintah desa Lahusa Idanõtae, kata Yasozatulõ, juga telah menghibahkan tanah untuk pembangunan lokasi fasilitas pendukung tersebut.

“Untuk akses menuju ke lokasi sudah dibuka badan jalan dengan menggunakan Dana Desa tapi masih belum maksimal,” ujarnya.

Ia berharap, pengembangan kawasan situs ini akan berpengaruh bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat serta dikenal secara luas baik ditingkat nasional maupun internasional seperti situs budaya lain yang ada di Nias Selatan. (ANO)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00