Ono Niha Le, Wajah Nias Dalam Irama Lagu, Bukti Kreatifitas Anak Muda Ono Niha

Komunitas Walk On Water Live di RRI Gunungsitoli

KBRN, Gunungsitoli: Komunitas Walk On Water, WOW berhasil masuk 15 besar lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu, Aku) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Saat diwawancara pada Dialog Isu Aktual, Jum’at (16/4/2021) Ketua WOW Selviana Anggi Kusuma Harefa menuturkan lagu yang mereka usung pada lomba tersebut berjudul Ono Niha Le yang diciptakan oleh anggota WOW yakni Markus Harefa. Lagu ini sendiri ungkapnya sudah tercipta kurang lebih 1 tahun namun baru dipublikasikan seiring dengan digelarnya lomba ini.

Dari sekitar 250 lagu yang mengikuti ajang ini, WOW patut berbangga berhasil masuk ke 15 besar dan jika bisa mendulang like terbanyak hingga akhir bulan April ini mereka dipastikan masuk pada peringkat 5 besar, tentu saja ini  tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat.

“Puji Tuhan lagu ini bisa diterima oleh masyarakat, kita banyak mendapat apresiasi baik berbagai kalangan, kiranya lagu ini bisa mendapatkan like sebanyak-banyaknya supaya bisa tembus ke-5 besar, mohon dukungan nonton Ono Niha Le di youtube, like dan share sebanyak-banyaknya,” pinta Selvi.

Menurut Selvi, lagu Ono Niha Le dibuat untuk merepresentasikan keberagaman, seni, budaya, kearifan lokal, dan destinasi wisata di pulau Nias. Pada liriknya termuat Amaedola  Nias dan mengutip sepenggal lirik lagu Nias “Ono Gauko”.

“Pesan yang ingin kami sampaikan lewat lagu ini  adalah agar masyarakat  di pulau Nias dapat mengesampingkan berbagai perbedaan, perbedaan justru menjadi kekayaan yang perlu dibanggakan sebagai bagian dari masyarakat yang tinggal di Nias. Beragam keunikan yang ada di pulau Nias justru dapat digunakan sebagai Beanding Pulau Nias di mata nusanatara dalam berbagai hal termasuk industri pariwisata,” ujarnya.

Jenis music yang digunakan pada lagu ini perpaduan electronic dance music dan pop yang menggabungkan alat music modern dan alat music tradisional Nias seperti Aramba, Faritia dan Gendang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00