9 Bulan Jadi Peserta BPJAMSOSTEK Gorontalo, Ahli Waris Almarhum Abd. Rachman Botutihe Terima Santunan Rp.137,5 Juta

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo Hendra Elvian yang disaksikan Sekda Ishak Ntoma, Kepala Disdukcapil Oktavianus Rahman, Camat Bulango Selatan Sukriyanto Katili Menyerahkan Santunan Sebesar Rp.137,5 Juta Kepada Ahli Waris dari Almarhum Abd. Rachman Botutihe, Pada Pelaksanaan Takziah hari ke-5 di Kediaman Orang Tuanya, di Desa Huntu Barat, Kecamatan Bulango Selatan, Sabtu (12/9/2020). Foto: Taufik RRI

KBRN, Gorontalo: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJAMSOSTEK) Cabang Gorontalo menyerahkan santunan program perlindungan sosial Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp137,5 juta lebih atau Rp137.555.536 kepada ahli waris dari almarhum Abd. Rachman Botutihe yang mengalami risiko kecelakaan kerja meninggal dunia.

Almarhum Abd. Rachman Botutihe sendiri merupakan tenaga non ASN dan salah satu operator perekaman KTP-El pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) yang mengalami risiko kecelakaan kerja meninggal dunia tersengat aliran listrik saat melakukan kegiatan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di Desa Duano, Kecamatan Suwawa Tengah, Selasa (8/9/2020).

Penyerahan santunan secara simbolis diberikan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo, Hendra Elvian yang disaksikan langsung Sekda Bonebol Ishak Ntoma, Kepala Disdukcapil Oktavianus Rahman, Camat Bulango Selatan Sukriyanto Katili, pada pelaksanaan Takziah hari ke-5 dari almarhum Abd. Rachman Botutihe, di rumah kediaman orang tua dari almarhum, di Desa Huntu Barat, Kecamatan Bulango Selatan, Sabtu (12/9/2020) malam.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Gorontalo, Hendra Elvian mengatakan almarhum Abd. Rachman Botutihe merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK non ASN atau honorer Disdukcapil Kabupaten Bone Bolango. Almarhum sendiri terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan baru 9 bulan, yakni sejak bulan Januari 2020 sampai dengan September 2020.

Hendra mengungkapkan dengan almarhum diikutsertakan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, ada manfaat yang didapatkan oleh ahli waris.”Dengan adanya santunan jaminan kematian akibat kecelakaan kerja yang kami berikan sebesar Rp137,5 juta lebih ini, diharapkan bisa bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya ahli waris. Bisa membantu meringankan beban daripada keluarga,”ujar Hendra Elvian.

Ia pun atas nama jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada ahli waris almarhum Abd. Rachman Botutihe, karena musibah itu tidak bisa kita mengetahui kapan terjadinya.

“Kami juga dari BPJS Ketenagakerjaan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Bone Bolango karena sudah peduli kepada pegawainya dalam hal ini non ASN atau honorer-nya dengan memberikan jaminan perlindungan sosial kepada seluruh pegawainya di Kabupaten Bone Bolango,”ucap Mantan Kabid Kepesertaan Bukan Penerima Upah, Kantor Cabang Serang, Banten itu.

Hendra menguraikan, santunan yang diberikan sebesar Rp.137.555.536 tersebut terdiri dari santunan kematian akibat kecelakaan kerja senilai Rp.115.555.536 atau Rp.115,5 juta lebih, biaya pemakaman senilai Rp10 juta, dan santunan berkala yang dibayarkan sekaligus senilai Rp12 juta.

Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo sejak beberapa tahun terakhir ini sangat intens dan sangat erat kerja samanya dengan Pemkab Bone Bolango. Salah satu yang spektakuer adalah rakyat Bone Bolango diluar ASN atau anggota Korpri dan tenaga non ASN, kurang lebih 20 ribu yang sudah dicover Lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bone Bolango.

“Kami bersyukur bahwa Pemkab Bone Bolango bisa bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak henti-hentinya untuk bagaimana memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, baik itu ASN melalui wadah organisasi Korpri, tenaga non ASN, termasuk tenaga kerja informal, meliputi petani, nelayan, pemanjat kelapa, pembantu rumah tangga, tukang cuci, dan lain sebagainya,” tukas Sekda Ishak Ntoma.

Pada kesempatan itu, Sekda Ishak Ntoma mengajak yang hadir dalam pelaksanaan takziah untuk mendoakan semoga almarhum Abd. Rachman Botutihe, Insya Allah diterima Allah SWT segala amal kebajikannya, diampuni segala kesalahan dan dosanya, dan Allah menempatkan almarhum di sisi-Nya.

”Semoga pula keluarga yang ditinggalkan, yakni istri dan kedua orang tua almarhum, Insya Allah ikhlas dan tabah menghadapi musibah ini,”ujar Sekda Ishak Ntoma.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00