Musim Kemarau, Tapi Hujan di Gorontalo Tinggi

Foto citra satelit awan yang mengandung uap air. Sumber: BMKG Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Gorontalo saat ini memasuki periode musim kemarau. Namun curah hujan disebagian daerah ternyata masih sangat tinggi. Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Gorontalo Irianto Marmin hal itu disebabkan oleh banyak faktor diantaranya dibagian utara khatulistiwa ada pembelokan  angin yang membawa  banyak  uap air sehingga Gorontalo dan beberapa wilayah di Indonesia masih tetap diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Juga ini diakibatkan adanya siklon tropis di Laut China Selatan menyebabkan tekanan dari sana sehingga di daerah khatulistiwa utara dan sebagian selatan mengangandung banyak uap air yang berpotensi hujan,” jelas Irianto, Senin (22/06/2020).

Sesuai prediksi BMKG, dasarian pertama Juni 2020 sudah periode kemarau khusus untuk wilayah zona musim yaitu di Gorontalo bagian utara. Sedangkan wilayan non zone tidak bisa diukur panjang musim kemarau. Irianto mengungkapkan sekarang pada pancaroba yang perlu diwaspadai hujan yang terjadi tiba-tiba dan angin kencang.

“Masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran sungai harus lebih waspada karena kedepan kita masih akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus tetapi kemarau tahun ini tidak akan terlalu kering karena masih akan diselingi hujan.

Baca Juga :Gempa Tektonik 5,5 SR Guncang Gorontalo, Tidak Potensi Tsunami

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00